Libur yang diberikan oleh tim pelatih dan manajemen sejak 1 Oktober lalu banyak digunakan oleh para pemain untuk kembali pulang ke kampung halaman. Salah satu pemain yang memilih untuk pulang sejenak adalah Wildansyah. Pemain asal Bandung ini menyempatkan diri untuk pulang ke rumah dan berkumpul dengan keluarganya. Tak hanya itu, ia pun menceritakan aktifitas lainnya yang ia lakukan selama di Kota Kembang ini.

"Alhamdulillah, dengan ada waktu libur ini saya manfaatin buat keluarga, digunakan buat belajar agama, terus bantu usaha kuliner yang punya sendiri. Dan latihan-latihan sendiri aja," ucap Wildan.

Wildan pun berharap segera ada kejelasan dari PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator Liga 1 2020. Sebab, penundaan kompetisi yang diumumkan dua hari menjelang kick off perdananya ini menurutnya sangat merugikan tim-tim yang sudah sangat siap. Borneo FC Samarinda pun diketahui sudah memesan tiket pesawat dan hotel untuk laga melawan Madura United yang seharusnya bertanding pada 2 Oktober lalu. Ia berharap agar PT LIB bisa lebih peduli dengan seluruh tim.

"Dengan situasi seperti ini memang sulit. Tapi saya harap kepada pihak operator buat peduli buat tim. Karena tim sudah keluar uang banyak buat booking hotel, tiket dan lain-lain. Syukur-syukur semuanya di ganti," tegas Wildan.

Wildan mengungkapkan bahwa ia dan seluruh tim sangat kecewa dengan adanya penundaan kompetisi ini. Namun, ia tak ingin larut terlalu lama dengan perasaan itu. Mulai kembali berlatih sore ini, Wildan yakin seluruh rekannya akan kembali bersemangat mengasah bola di atas lapangan.

"Wajarlah kita semua kecewa karena manusiawi. Tapi jangan sampai meredupkan semangat latihan. Karena kita tidak tahu ke depannya. Yang penting kita semua harus siap dengan apa yang terjadi. Apa yang terjadi saat ini adalah yang terbaik buat kita semua dari Allah. Sabar, ikhlas dan ridho adalah kuncinya," tutup Wildan. (AM)