Semoga mereka punya hati.

Ketidakpastian masih menghinggapi jalannya Liga 1 2020. Hasil Extra Ordinary Club Meeting yang digelar oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga pun tak cukup untuk membuat hati sedikit lega. Beberapa jam setelah club meeting berakhir, Kepolisian Negara Republik Indonesia menyatakan bahwa mereka tetap tak bisa mengizinkan kompetisi kasta teratas sepakbola di Indonesia ini digelar.

Hal ini tentu saja membuat para pemain Borneo FC Samarinda kecewa. Mendapatkan kabar buruk setelah mendapat sedikit angin segar di hari yang sama tentulah membuat para pemain merasakan hal yang sama kembali terjadi: ketidakpastian. Wildansyah, salah satu penggawa Skuad Pesut Etam pun menyampaikan perasaannya atas kabar ini.

“Sebenarnya Alhamdulillah sih yang pas kita dapat kabar dari PT Liga yang setuju untuk melanjutkan pertandingan. Tapi di satu sisi, setelah kita menunggu beberapa jam, ternyata ada berita lagi dari Polri, bilang tidak ada izin buat keramaian. Tapi ya, kita sebagai pemain kita berdoa dulu lah, sambil menunggu ya kita usaha lah. Sambil berdoa itu kan masih ada waktu juga kan. Didoakan aja dibukakan pintu hatinya untuk mereka,” ucap Wildan.

Wildan bercerita bahwa dalam persiapannya, ia dan rekan timnya berusaha untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat demi bisa kembali berkompetisi dengan sehat dan tidak terpapar virus Covid-19.

“Kalau udah di mess, gak ada keluar kalau gak penting-penting amat yah. Kita tuh sangat disiplin Insya Allah,” ucapnya.

Pemain asal Bandung ini pun sangat berharap agar Liga bisa kembali dilanjutkan. Di tengah situasi yang masih tak jelas ini, ia hanya bisa berdo’a dan berikhtiar sembari tetap menjalankan instruksi dari pelatih untuk tetap berlatih.

“Kita sebagai pemain ya harus menjalankan kewajiban sebagai pemain. Ya latihan aja,”

Di akhir obrolan, Wildan pun menyampaikan pesannya kepada pihak kepolisian terkait nasib kompetisi ke depannya.

“Semoga mereka punya hati,” tutup Wildan (AM)