Akibat masih tak tentunya kelanjutan Liga 1 2020, manajemen dan tim pelatih Borneo FC Samarinda memutuskan untuk kembali meliburkan pemain sejak Sabtu, 17 Oktober 2020. Hal ini diputuskan untuk menenangkan pikiran para penggawa Skuad Pesut Etam untuk tenang sejenak. Tak kunjung mendapat izin untuk kembali melanjutkan kompetisi tentu saja membuat para pemain kepikiran, salah satunya Abdul Rachman. Ia pun mengungkapkan kondisinya dan pemain lainnya pasca mendengar kabar yang kembali membuat kecewa ini.

"Hal ini sangat berpengaruh bagi mental pemain. Apalagi setelah distop yang pertama, ada lagi yang kemarin. Kami udah siap berangkat sebenarnya. Pas dengar kabar, ya udah," ucap Rachman.

Adanya Extraordinary Club Meeting yang menghasilkan kesepakatan untuk kembali melanjutkan kompetisi sempat menjadi angin segar. Namun, tak lama kemudian pihak Polri menyatakan bahwa mereka tetap tak memberikan izin untuk Liga 1 kembali digelar. Lagi-lagi digantung. Namun, ia tetap mengikuti instruksi dari tim pelatih pasca kabar ini beredar.

"Kemaren ada diumumkan bahwa kompak untuk menjalankan lagi, tapi belum dapat izin kan. Jadi, ya udah dinikmati aja. Kita ikut arahan dari manajemen dan pelatih. Kalau pelatih bilang tetap latihan, ya kita latihan. Enjoy aja kita nikmati," lanjutnya.

Rachman pun memutuskan untuk kembali sejenak ke kampung halamannya di Penajam Paser Utara (PPU) di waktu libur yang diberikan ini. Ia pun berharap agar mendapat kabar baik setelah tim kembali berlatih esok hari.

"Harapannya setelah libur, ada kabar baik lah. Kabar baiknya itu liga lanjut. Tapi kalau gak lanjut dengan pertimbangan pertimbangan orang atas liga ini gak bisa diteruskan, ya kita mau gimana lagi," ucapnya mengakhiri.
(AM)