Membentuk sebuah karakter pemain tak melulu harus dilakukan seorang pelatih di dalam lapangan. Lewat metode pendekatan yang lebih akrab di luar lapangan, menjadi salah satu cara mengangkat performa seorang pemain saat berada di dalam lapangan. Dan hal itu pula yang dilakukan pelatih kiper Borneo FC Samarinda, Carlos Salomao kepada empat kiper muda dalam tim saat ini.

Sosok Salomao dikenal sangat disiplin dalam hal latihan. Keinginannya menjadikan Gianluca Pandeynuwu, M Dicky Indrayana, Muhammad Zulfikri dan Pualam Bahari diterapkan dengan metode latihan keras di lapangan. Namun di saat kompetisi tak bergulir seperti saat ini, Salomao tak mau para kiper tersebut terbebani dengan terus menjalankan program latihan. Pendekatan di luar lapangan dilakukan oleh pelatih asal Brazil ini. Salomao kerap mengajak para kiper mudanya makan siang bersama di rumahnya.

“Kami memang selalu berkumpul setelah melakukan latihan. Tidak harus setiap hari, tapi setidaknya seminggu sekali kami bersama untuk bersosialisasi bersama. Pergi ke restoran atau di rumah saya di mana saya masak dan makan siang bersama mereka. Saya percaya bahwa kesuksesan bisa kami dapatkan dengan komitmen kami berlatih dan hubungan kami di luar lapangan,” ujar Salomao.

Menurutnya, saling menghargai dan percaya adalah salah satu kunci keberhasilan. Salamao melihat para kiper muda Borneo FC Samarinda mendedikasikan dirinya untuk melakukan yang terbaik setiap hari.

“Ini yang menguatkan kami saat ini sebagai sebuah keluarga. Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari Borneo FC. Saya akan melakukan yang terbaik untuk klub ini dengan menjadikan kiper muda di tim ini sebagai aset bagi klub dan juga negara,” ujarnya.

Salomao sadar dirinya punya beban saat menjadi pelatih kiper di Pesut Etam. Sebab, Borneo FC Samarinda dikenal melahirkan bibit-bibit penjaga gawang berkualitas seperti M. Ridho dan Nadeo Argawinata. Namun ia tetap yakin Gianluca dkk pun punya masa depan cerah di sepakbola Indonesia.

“Mereka punya potensi dan saya yakin mereka bisa menjadi salah satu kiper terbaik di Indonesia ke depannya,” beber Salomao.

Disinggung mengenai ketidakpastian sepakbola Indonesia di tengah larangan yang dikeluarkan pihak keamanan, Salomao hanya berharap induk sepak bola nasional segera memberikan kepastian. Sebab teramat banyak pihak yang berharap sepakbola kembali bergulir, sebagai sarana menyalurkan bakat dan kemampuan dan tentu saja menjadi sumber penghidupan keluarga.

“Kami masih harus menunggu keputusan untuk bisa kembali bermain di liga. Saya berharap liga tetap berlanjut demi masa depan sepak bola Indonesia dan tim-tim yang berada di kompetisi ini. Kami sangat fokus untuk melakukan yang terbaik untuk membuat Borneo FC menjadi yang terbaik di negara ini,” ujar Salomao. (SU)