Hingga saat ini soal lanjut atau tidaknya kompetisi Liga 1 masih samar. PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, tak kunjung bisa meyakinkan jajaran Polri terkait izin keamanan. Hal ini membuat klub-klub semakin pesimistis kompetisi bakal berlanjut. PSSI dan PT LIB awalnya akan melanjutkan kompetisi pada 1 Oktober lalu. Namun kembali diundur hingga 1 November. Bahkan kini terdengar kabar bahwa Liga akan diundur hingga awal tahun depan.

Ketidakpastian ini membuat pemain menjadi obyek paling terdampak setelah klub. Sebab pemain kehilangan “mata pencaharian” dari pekerjaannya bermain bola. Latihan dan persiapan yang dilakukan selama ini menjadi tak menemui ujungnya.
Dedi Hartono, sayap kanan Borneo FC Samarinda pun merasakan hal tersebut. Pemain senior yang sudah kenyang pengalaman bermain di beberapa klub Liga 1 itu mengaku kecewa dengan tak adanya kabar mengenai kelanjutan kompetisi.

"Ya kecewa. Harusnya kita ada liga, masak kalah sama negara-negara lain," ujar Dedi.

Saat ini Dedi pun memilih pulang ke kampung halamanannya di Lampung, karena Borneo FC Samarinda memang meliburkan latihan sampai batas waktu tak ditentukan. Meski demikian, Dedi mengaku tetap menjalankan latihan di kampung halamannya untuk mengisi waktu kosong.

“Libur ini saya manfaatkan untuk berkumpul sama keluarga dan latian bersama anak-anak di kampung saya sekalian berbagi ilmu," terangnya.

Dedi pun berharap ada kejelasan soal kompetisi musim ini, apakah dilanjutkan atau tidak.

“Semoga kembali dilanjutkan kompetisinya," harap Dedi. (SU)