Menjadi pesepakbola yang mampu mengenakan jersey timnas Indonesia adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Hal ini pula yang dirasakan oleh Sultan Samma saat dirinya ikut dalam skuad Indonesia untuk gelaran SEA Games 2009 di Loas.

Namun ada hal menarik yang diungkapkan pemilik nomer punggung 22 ini pada tahun 2009 itu, yakni adanya penolakan pemain untuk bergabung bersama skuad timnas saat itu. "Saya waktu itu tidak mau mengikuti panggilan timnas," ucap Sultan Samma.

Dirinya menjelaskan alasan para pemain saat itu adalah adanya regulasi yang mengharuskan pemain tidak boleh kembali ke klub dan harus mengikuti pemusatan latihan sampai enam bulan. "Karena waktu itu regulasi pemain yang dipanggil tidak bisa memperkuat klub selama setengah musim."

"Sedangkan waktu itu kami ingin main di klub masing-masing," tambahnya.

Sultan juga menceritakan jika perlakuan timnas sekarang berbeda dengan jaman dirinya dahulu. "Dari pihak timnas kami harus TC di Palembang selama enam bulan tanpa boleh bermain di klub. Beda dengan sekarang bisa bolak-balik, kalau dulu nggak boleh. Harus di Palembang waktu selama enam bulan," ucapnya.

Namun akhrinya polemik itu berakhir dan Sultan akhirnya mengikuti pemusatan latihan di Palembang. "Akhirnya dari pihak klub kami membolehkan asal gaji jalan juga. Jadi pemain agak tenang waktu itu," jelasnya. (BS)