Rekor tak pernah kalah PBFC selama lima laga terakhir di Babak 16 Besar akhirnya terhenti dilaga pamungkas. Bertandang ke markas Persiwa Wamena pada Rabu (24/9) lalu, tim lapis kedua yang diberangkatkan PBFC menyerah dengan skor 2-0.


Gol tuan rumah Persiwa dalam laga ini disumbangkan pemain asingnya, Yao Rudy pada menit ke-6 dan menit ke-65 melalui titik penalti. Dua gol yang diciptakan top skor sementara Divisi Utama ini ke gawang PBFC, membuatnya terpilih sebagai man of the match.


PBFC sebenarnya unggul dalam total passing dibanding tuan rumah. Amadeus Suropati dan kawan-kawan tercatat melakukan passing sukses sebanyak 294 kali dan 56 kali passing gagal. Artinya total passing PBFC adalah 350 kali. Sedangkan Persiwa Wamena hanya memiliki 316 total pasing, dimana 264 diantara sukses dan 52-nya adalah passing gagal.


Jika dalam urusan passing PBFC unggul, hal kontras justru terjadi soal tembakan ke arah gawang lawan. Persiwa unggul jauh dengan total 15 kali mengarahkan bola ke gawang PBFC yang dikawal kiper muda, Renantha Setiandi. Sedangkan skuad Pesut Etam sepanjang laga hanya menciptakan 2 tembakan, yakni 1 kali shoot out goal pada babak pertama dan satu kali shoot on goal pada babak kedua.


"Saya belum lihat rekaman ulang pertandingannya, tapi jika melihat rapor statistik kedua tim. Sepertinya serangan kita mentok ditengah, anak-anak tidak sering masuk ke pertahanan lawan sehingga minim tercipta peluang," kata Nabil Husein Said Amin, Presiden Klub PBFC mengomentari. (Kibo)