Tahun sudah berganti ke tahun 2021, namun lampu hijau lanjutan kompetisi Liga 1 masih belum terlihat. Sampai saat ini, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator Liga 1 belum juga mendapatkan izin dari kepolisian untuk dapat menggelar kompetisi. Hal ini jelas membuat klub-klub kembali merasakan kekecewaan. Hampir 10 bulan tak menjalani kompetisi jelas membuat klub mengalami kerugian, bahkan sampai ada beberapa klub yang memutuskan untuk membubarkan diri. Tak hanya klub yang bermain, para suporter dan penikmat sepakbola Indonesia tentunya sangat merindukan adanya pertandingan.

Terkait perizinan yang tak kunjung keluar, Manajer Tim Borneo FC Samarinda, Farid Abubakar mempertanyakan perizinan yang sangat sukar diraih. Bahkan dengan regulasi khusus selama pandemi ini, ia merasa jika perizinan kompetisi sulit didapat jika dibandingkan dengan beberapa acara yang juga membuat adanya kerumunan.

“Ada apa sebenernya dengan sepakbola kita? Kenapa sampai saat ini sepakbola kita masih belum bisa bergulir karena Corona? Terus dengan acara kumpul-kumpul lainnya, kok aman-aman aja,” ucap Farid.

Adanya pandemi Covid-19 jelas membuat segala kegiatan yang melibatkan orang banyak menjadi terbatas. Farid pun memahami itu. Ia bersama Borneo FC Samarinda berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat jika kompetisi kembali digulirkan. Tak hanya Borneo FC Samarinda, namun seluruh klub pun telah sepakat dengan regulasi baru yang dibuat oleh PT LIB tahun lalu terkait protokol kesehatan yang wajib diterapkan oleh setiap klub. Farid pun kembali mengingatkan kala Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang mengingatkan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali agar memperhatikan sepakbola. Ia berharap jika kejelasan kompetisi bisa segera terjawab.

“Sepakbola kita siap mengikuti protokol yang ada dan bahkan siap digulir tanpa penonton. Tapi ada apa sebenernya ini dengan perizinan negara kita? Waktu pelantikan Menpora yang baru kala itu Pak Jokowi bicara, ‘Sepakbolanya, Pak’. Presiden meminta tolong kepada Menteri olahraga untuk dibaikin sepakbola kita bukan diberhentikan sepakbola kita. Persoalan izin saya harap Menpora dan mungkin Pak Presiden kita juga bisa langsung meminta kepada pihak kepolisian untuk memberikan izin pertandingan,” harap Farid. (AM)