Terhentinya Liga 1 tak membuat produktifitas para pelakon sepak bola juga ikut berhenti. Para pemain tetap melakukan latihan secara mandiri, sementara para staff pelatih juga tak henti memantau perkembangan para pemain meski jarak memisahkan.

Di samping waktu memantau pemain, vakumnya kegiatan kompetisi dimanfaatkan oleh pelatih fisik Borneo FC Samarinda, Marcos Gonzales, untuk menimba ilmu. Beberapa waktu yang lalu, Marcos mengikuti kursus analisis video dan analisis pertandingan yang berlangsung di Buenos Aires, Argentina.

“Saya belajar untuk mengobservasi situasi di dalam tim dan lawan dalam pertandingan serta membuat pola-pola agar kepala pelatih bisa mempunyai banyak metode untuk mengatasi berbagai situasi yang berbeda,” ucap Marcos.

Lebih lanjut, pelatih asal Argentina ini pun menjelaskan secara spesifik tentang kursus yang ia ikuti ini.

“Kursus analisis video sepak bola tahunan yang saya ikuti ini berfokus pada dua hal. Yang pertama, menganalisa pertandingan secara langsung dan mengirimkan informasi kepada pemain pengganti. Yang kedua, menganalisa permainan tim lain dan mengirimkan informasi kepada kepala pelatih,” terang pelatih asal Argentina ini.

Kursus yang diikuti oleh Marcos ini ternyata belumlah usai. Ia baru menyelesaikan dua tahap dari tiga tahap kursus yang diberikan. Sebab, per tahap kursus mempunyai waktu yang cukup panjang mengingat materi yang diberikan pun butuh pemahaman yang mendalam. Namun, Marcos mengatakan akan segera mengikuti level ketiga dalam waktu dekat ini.

“Kursus ini mempunyai tiga level yang masing-masing level waktunya 25 jam. Saya telah mengikut dua level, dan akan menyelesaikan level ketiga di Samarinda secara daring,” ucap Marcos mengakhiri. (AM)