Vakumnya kompetisi selama kurang lebih 11 bulan tentu saja membuat klub-klub peserta Liga 1 kewalahan. Borneo FC Samarinda diketahui sudah meliburkan tim dan melakukan latihan terakhir pada 24 Oktober 2020. Para pemain dan ofisial pun dipersilahkan untuk pulang ke kampung halaman masing-masing.

Meskipun libur dari aktifitas bersama, namun staf pelatih Borneo FC Samarinda tak berhenti bekerja. Mereka tetap memberikan tugas dan memantau kondisi para pemain. Salah satunya Pelatih Fisik Borneo FC Samarinda, Marcos Gonzales. Ia terus memberikan program latihan fisik untuk semua pemain agar kondisinya tetap prima. Program yang dibuatnya pun selalu didiskusikannya bersama dengan kepala pelatih dan staf lainnya agar menghasilkan program yang pas dengan para pemain.

“Komunikasi antar pelatih sangatlah penting. Setiap hari, saya selalu berkomunikasi dengan Coach Mario dan Amir. Saya juga berkomunikasi dengan Wanda (fisioterapis). Untuk para pemain, saya mengirimkan program kepada semua pemain. Bagaimanapun, ini dilakukan agar tidak menurunkan level fisik mereka,” terang Marcos.

Liburnya kompetisi memang menjadi tantangan tersendiri bagi tim untuk tetap membuat kondisi pemain tetap dalam jalurnya. Sembari menunggu kabar mengenai kapan kompetisi musim 2021 akan digelar, Marcos pun saat ini tengah menyusun program preseason yang bertujuan agar para pemain bisa cepat beradaptasi jika nantinya tim kembali berlatih bersama.

“Preseason mempunyai empat fokus. Pengembangan taktik, pengembangan fisik, morfologi/tes kebugaran dan program pencegahan cidera. Hari ini belum empat minggu dan kami melakukannya bersama dengan semua pelatih di bawah pengawasan dari Kepala Pelatih Mario Gomez,” pungkas Marcos mengakhiri. (AM)