Borneo FC Samarinda kini tidak lagi sekadar klub sepak bola saja. Tapi merupakan entitas dari tiga hal sekaligus. Yakni tim sepak bola profesional, pendukung fanatik, dan Kota Samarinda. Ketiga unsur ini akan diwujudkan dalam satu bentuk. Melalui logo baru yang dibuat dengan pemikiran panjang dan kerja keras.

Sebagai sebuah klub, Borneo FC Samarinda dijalankan dengan sangat serius. Dan memiliki filosofi yang menjadi acuan. Sehingga tidak asal jalan. Dari musim ke musim, di usia yang tepat 7 tahun hari ini. Borneo FC Samarinda selalu memiliki ambisi untuk meraih prestasi. Tapi untuk meraihnya, klub mengedepankan azas proses panjang.

Pemain bintang dalam dan luar negeri silih berganti membela panji Pesut Etam. Sebagai sebuah garansi jika klub serius ingin mencapai target tinggi. Tapi tahu kenapa Borneo FC Samarinda tidak pernah benar-benar bertabur bintang? Karena ada talenta muda yang harus diberdayakan. Ditempa untuk menjadi bintang sepak bola. Yang kemudian bisa menjadi tumpuan klub di masa depan. Pelan perlahan, skuat muda Borneo FC Samarinda dalam beberapa tahun terakhir mulai tampil memikat. Bahkan sebagian sudah menjadi pilar timnas.

Meraih trofi dan mencetak banyak pemain berbakat akan terus menjadi DNA klub. Borneo FC Samarinda harus bisa menjadi impian bagi banyak talenta muda Samarinda. Tempat merajut asa. Dan wadah menaruh bangga. Borneo FC Samarinda, adalah Samarinda.

Dalam perjalanan klub yang kini berusia 7 tahun. Borneo FC Samarinda telah meraih beberapa hal bagus. Dari juara Divisi Utama di musim debut pada tahun 2014. Menjadi semifinalis Piala Jenderal Sudirman tahun 2015. Juara Piala Gubernur Kaltim tahun 2016. Runner-up Piala Presiden tahun 2017. Semifinalis Piala Gubernur Kaltim tahun 2018. Serta konsisten berapa dalam 10 besar anak tangga Liga 1 sepanjang keikutsertaan.

Selama setahun terakhir, setelah segalanya menjadi sulit. Pandemi COVID-19 membuat banyak rencana tertunda. Tapi klub tetap bekerja dalam senyap. Menyiapkan dan mengembangkan tim luar dan dalam.

Dari aspek sepak bola, Borneo FC Samarinda membentuk skuat ideal untuk bisa berbicara banyak di Piala Menpora ataupun Liga 1 2021 mendatang. Berbagai pengembangan terus dilakukan. Yang palinh kentara yakni me-rebranding logo tim. Inilah yang membuat nuansa Borneo FC Samarinda menjadi lebih segar. Sebanding dengan semangat perubahan klub yang juga harus selalu segar. Masuk dalam rangkaian #ke7utan. Klub juga akan segera merampungkan berbagai ambisi yang akan menjadi #ke7utan sepanjanh usia k-7.

"Ulang tahun ke-7 dan logo baru ini menjadi penanda bagi Borneo FC Samarinda untuk semakin berkembang lebih pesat. Dan tentunya menjadikan Samarinda lebih dikenal sebagai kota yang mampu melahirkan pemain muda untuk diorbitkan, hingga fasilitas yang mumpuni," kata presiden klub Nabil Husein Said Amin.

"Borneo FC adalah milik masyarakat Samarinda secara menyeluruh, tanpa memandang dari mana dan siapa," tegas el presidente. Manyala!

___

Identitas Baru, Harapan Baru!

LOGO BERBENTUK PERISAI; Perbedaan adat-istiadat dari Pulau Kalimatan begitu sangat luas. Oleh sebab itu, sebagai klub sepak bola yang berasal dari tanah Kalimantan, Borneo FC Samarinda dengan bangga memakai perisai berukiran dayak sebagai bentuk kebanggaan akan tanah leluhur.

DOMINAN BERWARNA MERAH MAROON; Warna merah maroon adalah warna favorit dari Nabil Husien Said Amin. Merah maroon berasal dari perpaduan tiga warna, yakni warna kuning (harapan), biru (kedamaian) dan merah (gagah berani).

BORNEO SAMARINDA; Dalam logo berbentuk perisai ini, tidak ada tambahan Football Club. Ini bermakna luas, sekaligus penegasan bahwa Borneo Samarinda kedepan bukan hanya sebagai klub sepak bola. Namun dirancang sebagai klub-klub profesional di semua bidang olahraga bergengsi.

Tulisan BORNEO berwarna putih dan abu-abu; kedua warna tersebut bermakna kemurnian (putih) dan keabadian (abu-abu). Sehingga pemilihan warna itu di diharapkan bisa benar-benar abadi dalam kemurnian.
Tulisan SAMARINDA berwarna oranye atau jingga; sebagai klub sepak bola yang berkembang di kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Warna oranye merupakan warna kebesaran Kota Tepian. Selaras dengan itu, warna oranye juga mengambarkan jiwa kreatifitas yang tinggi. Gambaran itu berbanding lurus dengan keinginan Pesut Etam menjadi klub modern yang haus akan kemakmuran.

PESUT MARAH; Sebagai hewan mamalia air tawar di perairan Sungai Mahakam, Pesut Mahakam merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan. Ekspresi marah Pesut Mahakam dalam logo, sebagai tanda bahaya kepada musuh. Datang, Lawan, Menang! (ARF/AS)