Di laga kontra Persija yang tampil dengan seluruh skuat terbaiknya. Borneo FC memang sedang pincang. Amer Bekic absen tanpa keterangan, diduga mengalami cedera sebelum pertandingan. Hendro Siswanto (akumulasi) dan Nuriddin Davronov (peminjaman) yang tak hadir di lapangan juga turut memengaruhi kualitas lini tengah Pesut Etam.

Borneo yang banyak ditinggal pemain pentingnya lalu mengandalkan cukup banyak pemain muda. Komang Teguh menjalani debut profesionalnya. Sekaligus debut bersama Borneo FC dengan bermain sebagai gelandang bertahan menemani Sultan Samma. Di lini pertahanan, Surahman dipercaya mendapat debutnya juga. Sementara itu, Sihran dijadikan starter. Bersama Arya Gerryan yang menjalani laga keduanya bersama Pesut Etam. Sekaligus debut starter-nya.

Dengan kondisi skuat yang timpang. Persija mampu mengungguli Borneo FC dengan skor 4-0. Di babak pertama, permainan solid Pasukan Samarinda sebenarnya cukup merepotkan Persija. Tapi di babak kedua, 3 gol tercipta yang menegaskan bahwa Borneo FC memang butuh penambahan amunisi. Terutama di lini depan, yang dalam dua laga Piala Menpora. Tak satu pun gol mampu diciptakan.

Presiden klub Nabil Husein yang seolah memahami kegelisahan suporter dan masyarakat Samarinda lalu memberi respons cepat. “Apresiasi untuk pemain2 debutan tetap semangat. Tetap harus ada perubahan skuad ketimbang tenggelam dan larut,” ujarnya.

Borneo FC sendiri masih akan memainkan 1 laga lagi di Piala Menpora menghadapi pemuncak klasemen Grup B, PSM Makassar. Namun begitu peluang mereka sudah tertutup di turnamen pra musim ini. Setelah dipastikan tak mampu lagi mengejar poin PSM (4), Bhayangkara (4), dan Persija (3). Menarik dinantikan perubahan seperti apa yang akan dilakukan Borneo FC pasca kepulangan dari Piala Menpora. (ARF)