Perjalanan Borneo FC di Turnaman Piala Menpora tak berlangsung panjang. Bahkan Pesut Etam menjadi tim pertama yang dipastikan tersingkir. Tak hanya dari Grup B, tetapi dari seluruh tim yang tengah berlaga saat ini. Dua kekalahan yakni dari Bhayangkara Solo FC (0-1) dan Persija Jakarta (0-4), membuat kans melenggang ke babak selanjutnya harus kandas.

Namun kekalahan harus dilupakan. Itulah yang diminta tim pelatih Borneo FC kepada anak asuhnya, setelah tim dipastikan tak memiliki peluang lolos usai dikalahkan Persija.

"Pelatih sudah meminta kepada para pemain untuk melupakan kekalahan. Yang terjadi sudah terjadi. Sekarang kami harus belajar apa yang menjadi kekurangan dan itu jangan sampai terjadi lagi," ujar asisten pelatih Ahmad Amiruddin.

Kekalahan atas Persija memang sangat menyakitkan. Di saat membutuhkan poin untuk menjaga asa, Sultan Samma dkk justru kalah dengan sangat telak. Namun seperti yang dituturkan Amir – sapaan Ahmad Amiruddin – kekalahan tak boleh disesali terlalu jauh. Sebab masih ada satu pertandingan harus dihadapi, yakni menghadapi PSM Makassar. Amir meminta kepada pemain untuk bangkit dan bisa mendapatkan hasil bagus dari PSM.

"Jelas kami tidak mau mengakhiri perjalanan tim di Piala Menpora dengan hasil tanpa poin. Kami harus bangkit dan bisa mendapatkan poin. Kami mau pecah telur di trunamen ini dan kami tak mau pulang tanpa poin sekali,” ujarnya.

Namun laga terakhir Borneo FC jelas tak mudah. Sebab mereka harus menghadapi PSM Makassar yang ingin meneruskan kiprahnya di turnamen ini. Duel dengan Borneo FC menjadi sangat menentukan bagi PSM, karena di pertandingan lain juga ada partai menentukan lainnya, yakni Persija kontra Bhayangkara Solo FC.
Pemain pun disiapkan maksimal di laga terakhir. Sayangnya, kondisi Amer Bekic belum 100 persen saat ini.

"Untuk kondisi pemain sementara masih Amer Bekic yang berlatih terpisah dengan tim. Sementara Diego Micheils dan Wahyudi Hamisi sudah ikuti latihan. Tapi bagaimana peluang mereka bermain, ya masih akan kita lihat sampai latihan terakhir," tegas Amir mengakhiri. (SU)