Ekspektasi tinggi yang didengungkan pendukung Persis Solo untuk mendulang poin penuh saat timnya menjamu Pusamania Borneo FC (PBFC) dalam laga perdana Babak 8 Besar Divisi Utama Grup P Liga Indonesia 2014, urung tercapai.


Laskar Samber Nyawa pun harus pasrah mengelus dada, pasalnya tim tamu justru pulang dengan satu poin usai menahan imbang tuan rumah 1-1. Dua gol yang tercipta dalam laga ini diawali gol indah gelandang PBFC, Arie Priatna pada menit ke-4. Setelahnya, Persis membalas saat skrimit di kotak 16 mampu dikonversi Andrid Wibowo pada menit ke-45.


Andrid Wibowo sendiri dalam laga ini terpilih sebagai Man Of The Match karena mampu merubah gaya bermain Persis Solo, terlebih dirinya masuk ke lapangan sebagai pemain pengganti dari bangku cadangan.


Soal peluang didaerah lawan, Persis dan PBFC sama-sama berimbang. Total Persis menciptakan 12 peluang berbahaya, dimana 7 diantara tak mengarah tepat kegawang lawan. PBFC pun demikian, namun arah bola yang mengarah ke gawang Persis memiliki angka sama. 6/6 dari total 12 peluang.


Dalam laga ini, Persis Solo bisa dikatakan lebih dominan dalam penguasaan bola. Tuan rumah unggul 60-40. Hal ini bisa dilihat dalam akurasi umpan, total PBFC hanya mampu membuat 188 umpan, dimana 73 diantaranya operan gagal. Sedangkan, Persis mampu membuat 233 passing akurat dimana 191 diantaranya sukses dan 42 sisanya gagal.


Laga ini sendiri berlangsung keras, Persis Solo yang bermain mengandalkan kolektivitas secara tidak langsung sering terlibat benturan dengan penggawa Pesut Etam. 21 kali pelanggaran dilakukan anak asuh Widjianto. Sedangkan, PBFC tercatat hanya 10 kali melanggar pemain lawan.


Persis Solo dalam laga ini mendapatkan 6 sepak pojok, dimana satu diantaranya berhasil berbuah gol. Sedangkan PBFC mendapatkan 4 kali sepak pojok. Berbicara kartu, baik PBFC maupun Persis sama-sama kompak. Mereka sama-sama mengoleksi 2 kartu kuning dari total 4 kartu yang dikeluarkan. Tidak ada kartu merah dipertandingan ini meski kedua tim sesekali terlihat aksi priksi.


"Dalam statistik boleh terlihat tertekan. Toh dalam sepakbola, hasil akhirlah yang paling utama. Hemat saya, tim yang kalah dalam hitungan statistik belum tentu kalah di skor akhir, contohnya bisa lihat kami, kematangan sebuah tim yang sukses meredam spirit tim lawan," beber Fachrul B. Pratama, media officer PBFC. (Kibo)