Beratnya perjalanan Pusamania Borneo FC (PBFC) menggapai target lolos ke Indonesia Super League (ISL) musim depan, disikapi manajemen PBFC dengan terus menelurkan ide-ide untuk penyeimbang.


Salahsatu contoh, PT Nahusam Pratama Indonesia selaku badan hukum PBFC, menghindari adanya gaji yang terlambat didalam tim, selain itu melalui Nabil Husein Said Amin, selaku Presiden Klub, PBFC berencana merekrut psikolog.


Alasan Nabil menginginkan seorang Psikolog hadir mendampingi PBFC cukup beralasan. Pasalnya, psikolog dapat membantu pemain memahami reaksi mereka terhadap pemain yang frustrasi, marah dan memiliki rasa takut. "Dalam sepakbola, lingkup emosinya selalu ada tiap hari, itulah kenapa tim ini perlu psikolog," ujar Nabil.


Selain itu, pemain yang khawatir tentang kemajuan sebuah rehabilitasi saat dia cedera, tentang seberapa cepat mereka akan kembali ke lapangan hijau untuk berlatih dan bermain, disinilah letak peran psikolog menguatkan mental mereka.


"Tujuannya agar bisa memotivasi pemain terus berasa nyaman membela klub ini. baik saat preseason, pertandingan besar sepanjang musim, diluar maupun didalam lapangan," pungkas Nabil. (Kibo)