Barangkali memang tim asal provinsi tetangga ini berjodoh dengan Pusamania Borneo FC (PBFC). Ya, Martapura FC kembali menjadi lawan PBFC di babak 8 besar Divisi Utama yang tergabung di Grup P. Sebelumnya PBFC dan Martapura FC juga satu grup pada babak penyisihan.


Pertemuan kedua tim ini sarat akan gengsi. Baik PBFC maupun Martapura FC saling mengalahkan saat babak penyisihan. Pertemuan pertama di Stadion Segiri PBFC menang 2-1, skor yang sama untuk kemenangan Laskar Sultan Adam saat menjamu Pesut Etam di Stadion Demang Lehman pada putaran kedua.


Sama seperti lawan PBFC lainnya di Grup P, yakni Persis Solo dan PSCS Cilacap, Martapura FC juga punya rekor kandang tanpa terkalahkan selama gelaran Divisi Utama musim ini. 7 laga kandang saat babak penyisihan mereka akhiri dengan kemenangan. Di babak 16 besar, dari 3 laga kandang mereka berhasil meraih dua kemenangan dan sekali bermain imbang saat lawan Persigubin.


Hasil laga away selama 10 pertandingan baik saat babak penyisihan sampai 16 besar yang dilakoni Martapura FC tidak bisa dikatakan jelek. Total mereka bisa mencuri 2 kemenangan, 5 kali draw, dan 3 kali menelan kekalahan.


Persebaran gol yang dihasilkan Laskar Sultan Adam didominasi oleh bomber asing mereka yang saat ini berada di peringkat kedua topskor sementara, yakni Brima Pepito dengan koleksi 13 gol. Penyerang milik Martapura FC lainnya juga patut diwaspadai, sebut saja M. Renngur (4 gol), Johan Yoga (3 gol), dan Aidil Bogel (3 gol).


Tembok pertahanan skuad besutan Frans Sinatra Huwae ini bisa dibilang cukup tangguh. Disana ada nama Isnan Ali, Henry Njobi Elad, juga Fahreza Agamal yang selama babak peyisihan punya rekor sama seperti PBFC yakni hanya kemasukan 13 gol.


Di babak 8 besar, PBFC akan menjamu Martapura FC pada 12 Oktober di Stadion Segiri Samarinda. Enam hari kemudian keduanya kembali akan bertemu di kandang Laskar Sultan Adam, Stadion Demang Lehman. Siapa yang lebih unggul dan pantas menyandang gelar King of Borneo? (Zai)