Hanya mampu menang 2-0 atas tamunya, PSCS Cilacap Rabu (8/10) lalu, membuat Pusamania Borneo FC (PBFC) mendapat sorotan tajam dari manajemen klub.


Jajaran direksi PT. Nahusam Pratama Indonesia, selaku badan hukum PBFC meminta hal itu tak lagi terulang. Apalagi, kemenangan besar yang mereka targetkan saat bermain di kandang sendiri, Stadion Segiri Samarinda adalah mutlak.


"Dalam hitungan poin, head to head sangat menentukan jika terjadi poin sama. Ini yang kami hindari. Jujur saja, saat lawan PSCS memang banyak peluang tercipta, tapi minim gol, bukan hanya manajemen, inipun mengecewakan saya," ujar Iwan Setiawan, pelatih PBFC.


Seperti diketahui, dalam laga melawan PSCS Cilacap beberapa waktu lalu, total skuad PBFC melepaskan 24 kali tembakan ke gawang lawan. 15 diantaranya mengarah kegawang PSCS Cilacap yang dikawal Ega Risky. Namun, hanya 2 peluang yang berbuah gol. Hal inilah yang membuat manajemen Pesut Etam meradang.


Dijelaskan Iwan, apa yang diminta manajemen klub memang berasalan. Meski demikian, apa yang dilakukannya saat ini selalu diperbaiki jika ada kelemahan. "Dalam beberapa kali latihan, kami sudah menerapkan apa yang menjadi kekurangan, semoga bisa diimplementasikan pada pertandingan nanti. Dan saya minta, pemain tetap harus disiplin sepanjang laga," pungkasnya. (Pace)