Musim kemarau diperkirakan akan lebih panjang tahun ini. Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa tak ada tanda potensi hujan dalam waktu dekat.


Prakirawan Cuaca dari BMKG Stasiun Samarinda mengatakan kondisi angin di ketinggian 3.000 kaki masih sangat kencang. Belum lagi angin permukaan saat ini tergolong kering, hingga peluang hujan masih kecil.


Kondsisi ini rupanya berimbas terhadap kualitas rumput Stadion Segiri Samarinda. Minimnya pasokan air yang membasahi permukaan lapangan membuat rumput banyak yang kering. "Bahkan bisa dilihat sendiri, tak hanya menguning tapi sudah hitam seperti terbakar," ujar Novi Umar, Direktur Bisnis, Marketing dan Promosi PBFC.


Kondisi ini menurut Novi sebenarnya sudah diantisipasi pihak pengelola dengan melakukan penyiraman berskala. Tapi kemarau yang lumayan panjang membuat rumput tak tumbuh sempurna. Diapun berharap dalam waktu dekat hujan segera turun, pasalnya jika tidak ada hujan meski disiram rutin, rumput akan semakin parah.


"Kami pun berencana mencari lapangan latihan alterntif untuk menghindari kerusakan semakin parah. Jika training ground PBFC di kawasan Loa Bakung sudah jadi mungkin kami tidak perlu repot, sayang disana belum jadi," tambahnya.


"Mengurus rumput itu tidak mudah, semoga dengan turunnya hujan yang diprediksi terjadi pada sepekan kedepan bisa membantu. Apalagi kami rencananya menawarkan diri menjadi tuan rumah semifinal dan final Divisi Utama," tutup Novi. (Kibo)