Tak ingin beresiko dengan menerima suporter Persis Solo, Pasoepati, yang sedang terhukum imbas aksi priksi mereka di Ciamis belum lama ini, Panitia Pelaksana (Panpel) Pusamania Borneo FC (PBFC) terpaksa harus menolak kedatangan suporter berciri khas warna merah itu.


Langkah ini diambil setelah panpel PBFC ini menerima surat pemberitahuan bahwa suporter Persis Solo sedang menjalani hukuman.


Alasan penolakkan mengakomodir kedatangan suporter tamu juga diperkuat oleh sikap negatif Pasoepati dalam dua laga kandang Persis di Stadion Manahan pada babak 8 besar. Seperti diketahui, saat menjamu PBFC pada 3 Oktober lalu, bus yang ditumpangi skuad Pesut Etam mendapatkan serangan oleh suporter Persis Solo diperjalanan pulang ke hotel.


Alhasil, Danilo Fernando dan kawan-kawan pun harus dievakuasi menggunakan kendaraan pihak keamanan. Dalam serangan itu, supir bus dan LO menjadi korban pecahan kaca. Laga ini sendiri berakhir imbang 1-1 bagi kedua tim.


Rabu sore (22/10) kemarin, kejadian serupa kembali terulang, bahkan lebih parah. Seusai pertandingan melawan Martapura FC, tak terima timya bermain imbang, ratusan suporter Persis turun ketengah lapangan dan terlibat bentrokkan dengan pihak keamanan.


Bahkan, diluar Stadion Manahan, ribuan suporter melakukan perusakan terhadap kendaraan polisi dan bis yang akan ditumpangi pemain Laskar Sultan Adam. Dukanya, dalam kericuhan tersebut, satu korban dilaporkan meregang nyawa.


"Berkaca dari hukuman Komdis terhadap mereka serta kejadian-kejadian setelahnya yang masih saja terulang, panpel memilih untuk patuh terhadap keputusan Komdis dan tak mau mengambil resiko. Kami tidak ingin hukuman mereka justru merugikan kami jika kami tetap menerima mereka datang," tutur Media Officer PBFC, Fachrul B. Pratama.


"Lagi pula kondisi saat ini sudah bagus, karena yang saya dengar, panpel kami (PBFC) belum menerima surat konfirmasi kedatangan mereka," pungkasnya. (Pace)