Menjadi tim yang paling kecil berpeluang lolos ke babak semifinal, membuat Persis Solo ketar-ketir saat bertandang ke markas Pusamania Borneo FC, Minggu sore (26/10).


Aksi spontanitas yang mereka alami saat hendak ujicoba lapangan Stadion Segiri Samarinda, pada Sabtu (25/10) sore pun menjadi dalil skuad Laskarsambernyawa untuk mengibarkan bendera putih.


Dikibarkannya tanda menyerah sebelum bertanding itupun semakin di dramatisir dengan rilisan akun twitter official klub, disana disebutkan penggawa Persis mendapatkan teror hingga tempat menginap.


Demi menyelamatkan jiwa pemain yang disebutkan terancam itu, skuad Persis kini sudah berada di Balikpapan, sambil menunggu jadwal penerbangan ke Solo, pada Senin besok.


Alasan Persis itupun ditanggapi berbagai pihak dengan beragam, salahsatunya Media Officer PBFC, Fachrul B. Pratama. Menurutnya, sikap kurang ksatrianya Persis Solo secara tidak langsung sudah mengambarkan mereka setengah hati datang ke Samarinda.


"Kan isunya mereka awalnya tidak datang, sekarang datang eh malah pulang. Padahal jika memang mereka yakin lolos, laga ini bukan hanya sebatas formalitas saja, mental juga harus disiapkan," tuturnya.


Fachrul pun mencontohkan mental yang diusung PBFC saat bertanding di Solo lalu bisa dijadikan pelajaran, diceritakannya saat bis PBFC diserang sepulang lepas dari Stadion Manahan, pemain Persis Solo melihat kejadian tersebut, pasalnya bis rombongan Laskar Sambernyawa tepat berada dibelakang tempat kejadian.


"Opini saya, disaat mendapat tekanan yang seperti kemarin, mereka tidak siap, mentalnya jatuh, daripada kalah telak, bendera putih pun dikibarkan biar nggak malu, mereka pandai memainkan isu, tapi mudah terbaca," pungkasnya. (Pace)