Mental Persis Solo benar-benar runtuh saat bertandang ke markas Pusamania Borneo FC (PBFC). Bahkan sebelum laga digelar, Laskar Sambernyawa memilih mengibarkan bendera putih tanda menyerah.


Sikap tak sportivitas Persis ini pun disesalkan panitia pelaksana (Panpel) PBFC. Mereka menilai Persis terlalu berlebihan menceritakan kondisi yang terjadi Sabtu (25/10) di akun twitter resminya.


"Saya bacanya telat, seusai pertandingan baru baca, karena saya fokus mempersiapkan pertandingan. Apa yang mereka kronologikan disana ditambah-tambahkan seakan suasana sangat menakutkan," beber Gatot Susilo, wakil ketua panpel PBFC.


Gatot Susilo yang saat kejadian tengah berada di Stadion Segiri, menjelaskan pengakuan Persis Solo dihadang mobil ormas sama sekali tidak benar.


"Persis Solo mungkin baru sekali ke Samarinda, jadi tidak tahu kalau ruko dibawah tribun itu fungsinya banyak, ada cafe, ada perkantoran, ada distro dan ada restoran, jadi wajar banyak mobil yang parkir, kebetulan saat itu ada mobil Pemuda Pancasila, tapi setahu saya mobil itu parkir dengan mobil-mobil lain bukan menghadang," jelasnya.


"Kalau yang parkir saat itu mobil milik partai a, bisa jadi mereka sebut yang menyerang adalah partai a juga. Admin twitternya itu mungkin kurang piknik," tambahnya sambil tersenyum.


Bahkan, tuduhan akun twitter Persis tak hanya ditujukan kepada ormas Pemuda Pancasila. Namun, TNI dan Polri juga disebutnya terlibat. "Disitu makin kacaunya, saya justru berpikir ini sudah mengarah kepada pencemaraan nama baik pihak lain, tanpa ada bukti yang jelas lagi, itu sangat berbahaya jika ada yang tak terima," ingatnya. (Pace)