Persis Solo akhirnya benar-benar mendapatkan tekanan yang luar biasa saat bertandang ke markas Pusamania Borneo FC (PBFC). Bahkan, sebelum bertanding pun mental Laskar Sambernyawa sudah diuji.


Ya, sambutan sekelompok pendukung tuan rumah pada Sabtu sore itu benar-benar meruntuhkan mental Ferryanto dan kawan-kawan. Alhasil, meski diberikan pilihan berujicoba pada malam harinya lengkap dengan penjagaan, Persis tetap enggan.


Lucunya, dihari pertandingan, dimana keamanan lebih diperbanyak, Persis Solo tetap pada pendiriannya, yakni walk out. Padahal Sabtu malam, selepas kejadian Sabtu sore di Stadion Segiri, perwakilan Persis sudah menyatakan siap bertanding dengan menandatangi berita acara didepan perangkat pertandingan saat technical meeting.


Alasan Persis tak ingin bertanding muncul pertama kali melalui rilis akun twitter klub @PERSISSOLO. Disana dijelaskan, Persis terus-terusan mendapat teror, hingga di hotel tempat pemain menginap. Namun, kondisi ini berbanding terbalik dengan pernyataan pihak Hotel JB Samarinda yang mengatakan tidak pernah ada terjadi penyerangan selama Persis Solo menginap.


"Kami selaku panitia sudah bekerja sesuai standar yang diberikan, bahkan pihak keamanan kami tambah jumlahnya saat pertandingan. Bohong besar jika tidak ada jaminan keamanan, apa yang mereka katakan saat berhadapan sama saya berbeda dengan kenyataan mereka di dunia maya, kami sesalkan mental mereka seperti itu," ujar Gatot Susilo, ketua panpel PBFC. (Pace)