Fakta menyebutkan bahwa musim ini Pusamania Borneo FC (PBFC) sudah mengelontorkan 50 gol dari 25 kali bertanding sepanjang gelaran Divisi Utama 2014. Rekor itu justru membuat beberapa pihak yang tak bertanggung jawab sengaja mencari-cari kesalahan terkait torehan itu.


Ya, seperti diketahui dari 12 laga PBFC di Stadion Segiri Samarinda, 11 gol diantaranya lahir dari titik putih. Hal tersebut rupanya menjadi santapan empuk sebagai bumbum pelabelan skuad Pesut Etam diback-up mafia.


Media officer PBFC, Fachrul B. Pratama menerangkan lebih banyak gol yang lahir dari skema open play yang terjadi di Stadion Segiri. Dirinyapun heran dengan tuduhan tersebut.


"Seakan mencari-cari kesalahan kami, ada-ada saja yang dijadikan bahan meski tidak masuk akal, jika memang penalti dilarang di sepakbola wajar jika dipermasalahkan, kalau tidak mau ada gol penalti, minta ke FIFA hapuskan penalti," tuturnya.


Fachrul menjelaskan PBFC menjadi salahsatu tim yang tersubur musim ini di Divisi Utama, pasalnya gladiator dilini depan tak hanya datang dari barisan penyerang. "Pemain tengah bahkan pemain belakang kami juga sering maju kedepan untuk mencetak gol, kami juga pernah kalah karena penalti lawan, kami juga pernah gagal menang karena penalti lawan, tidak ada yang perlu dipermasalahkan toh? karena penalti bagian dari sepakbola," pungkasnya. (Pace)