Komisi Disiplin telah memutuskan laga terakhir Grup P Babak 8 Besar Divisi Utama antara Pusamania Borneo FC (PBFC) menghadapi Persis Solo harus diulang.


Keputusan itu tak lantas membuat kubu PBFC menerima begitu saja. Meski pada kenyataannya, mereka tetap menyiapkan tim untuk laga rematch tersebut, skuad Pesut Etam tetap melakukan banding.


"Beberapa hari lalu, setelah menerima surat keputusan Komdis perihal itu, kami langsung banding. Ini prosedural sah, semoga keputusannya bisa adil," ujar manager tim PBFC, Tommy Ermanto Pasemah, disela-sela pembukaan Porprov V Kaltim di Stadion Segiri Samarinda, Rabu (5/11) siang.


Soal banding yang dilakukan PBFC ini rupanya menuai perhatian Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kaltim, Yunus Nusi. Yunus merasa keputusan dari Komdis ini memang layak di banding karena ada keanehan soal keputusan itu.


"Jelas Persis Solo yang meminta pertandingan tersebut tak dimainkan. Kalau soal keamanan, panitia kan sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan, namun sekarang mengapa meminta pertandingan ulang," ucap Yunus.


Disisi lain, kegagalan tim tetangga PBFC, yakni Mitra Kukar yang gagal melaju ke semifinal ISL, juga mendapat atensi Asprov PSSI Kaltim. Bahkan Yunus mengaku sedih. "Dengan dukungan dana yang besar, dan pemain mumpuni mereka tak bisa lolos, namun inilah sepak bola," ujar Yunus.


Mengenai maraknya isu-isu pengaturan skor sampai sepakbola gajah oleh mafia sepakbola Indonesia, Yunus mengharapkan adanya perhatian khusus oleh Komdis. Yunus berjanji akan mengangkat permasalahn ini pada kongres PSSI awal 2015 nanti. "Saya siap teriak nantinya, jangan sampai pengaturan skor kembali terjadi, tentu itu akan merugikan," ucapnya.


Selain itu, Yunus menginginkan agar aturan kode disiplin bagi pelatih dan juga manajer harus segera didistribusikan. "Selama ini, buku panduan itu tak dibagikan, saya tidak tahu apa alasannya. Untuk itu, PT Liga Indonesia pun sepertinya harus segera berbenah," pungkasnya. (Zai)