Usai sudah perjalanan Persis Solo pada kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2014. Klub kebanggaan Pasoepati itu terhenti langkahnya di Stadion Segiri Samarinda, pada Kamis sore (20/11).


Anak asuh Widyantoro itu dibungkam Pusamania Borneo FC (PBFC) dengan skor telak 6-0. Brace Fernando Soler dan Febri Setiadi Hamzah ditambah sebiji Danilo Fernando dan Fandi Ahmad menjadi mimpi buruk Laskar Sambernyawa.


"Kami tidak bisa berbuat banyak. Padahal kami sudah memotivasi anak asuh kami sebelum pertandingan ini. Dari sebelum berangkat hingga di Samarinda kami pompa semangat mereka, tapi inilah hasilnya," tutur Widyantoro, pelatih kepala Persis Solo.


Hasil ini jelas menjadi pukulan telak skuad Persis Solo. Bahkan tidak ada satupun pemain Persis Solo yang bersedia berkomentar seusai diberondong enam gol PBFC. Mereka memilih merenung bahkan tak sedikit yang menangis. "Maaf biarkan mereka disana (locker room), biar saya sendiri yang ikut press conference," tambah pria yang akrab disapa Wiwid itu.


Sementara itu, walikota Solo yang merupakan Ketum Persis, F.X Hadi Rudyatmo selepas laga dihadapan para wartawan menerangkan kekalahan dalam sepak bola adalah wajar. Apalagi dirinya menilai pertandingan berjalan fair. "Artinya tidak ada perlu disalahkan, Persis Solo ya tetap di Divisi Utama dan harus usaha lagi musim depan," pungkasnya (Kibo)