Pusamania Borneo FC (PBFC) akan melakoni laga Final Divisi Utama Liga Indonesia 2014 melawan Persiwa Wamena. Bertanding di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, pada Kamis sore (27/11), PBFC mengejar mimpi mereka sebagai peserta termuda yang bisa menjadi juara, mengingat usia PBFC belum genap berusia satu tahun.


Dan perjuangan PBFC inipun mendapat sambutan luar biasa dari pendukung setia mereka yang tergabung dalam Pusamania. Terlebih, cikal bakal terbentuknya PBFC juga berasal dari kalangan eks suporter Persisam Putra itu.


Jika pada babak semifinal lalu, sekitar 75 orang Pusamania hadir mendukung langsung dari atas tribun, khusus untuk laga final nanti, jumlahnya akan bertambah. "Saya baru saja mendapat kabar, kalau puluhan suporter kami berangkat hari ini ke Sidoarjo, mereka mayoritas menggunakan pesawat malam, ada juga yang berangkat kamis pagi," ujar Donny Facrochi, sekjen Pusamania.


Kedatangan Pusamania menyeberang pulau ke Sidoarjo juga dilalui dengan perjuangan dramatis, bahkan beberapa diantara mereka ada yang rela mengadai cincin kawin. Hal itu seperti yang dilakukan Endos dan Hairul, dua pria ini sengaja melakukan hal tersebut demi bisa berangkat menyaksikan perjuangan PBFC lolos ke ISL.


"Awalnya takut, karena istri tidak tahu, tapi akhirnya perjuangan itu tidak sia-sia tim kebanggan lolos ISL, semoga semakin sempurna dengan kemenangan di final, terimakasih PBFC," ujar Endos.


"Sama dengan dia (Endos), cuma kalau saya istri mendukung. Bahkan istri nyusul berangkat ke Sidoarjo setelah tahu PBFC ke final. Malam ini dia berangkat," tutur Hairul.


Melihat begitu besarnya perjuangan pendukung PBFC dan mengetahui ada anak berusia 9 bulan yang dibawa orang tuanya ke Sidoarjo, Presiden Klub PBFC, H. Nabil Husein Said Amin mengapresiasi dukungan tersebut.


"Klub ini dari suporter dan untuk suporter. Saya juga pernah merasa gimana jadi suporter, saya bangga dengan mereka, terimakasih banyak, semoga kita bisa sempurnakan pencapaian tim kita dengan menjadi juara," sahutnya. (Kibo)