Latihan kedua Pusamania Borneo FC (PBFC) pada Selasa sore (16/12) di Stadion Segiri Samarinda berlangsung keras. Game internal yang digelar Pesut Etam pun memakan korban. Benturan kepala Fandi Ahmad dan Afriandi setelah berduel bola atas membuat keduanya terkapar.


Bahkan, Afriandi harus menepi ke pinggir lapangan untuk mendapat perawatan tim medis. Pasalnya kulit kepala jebolan Diklat Mandau itu robek sepanjang 3 centi. "Lukanya juga dalam, makanya kami langsung bawa ke rumah sakit untuk dijahit," ujar Donny Fahrochi, legal officer PBFC.


Fandi Ahmad yang sebelumnya meregang kesakitan akibat benturan tersebut lebih beruntung. Dirinya masih bisa melanjutkan game internal yang digelar hingga peluit panjang digelar. "Tapi untuk memastikan Fandi Ahmad baik-baik saja, tim medis langsung memeriksa keadaan dia selepas game internal. Semoga kedua pemain itu sudah bisa bergabung dalam latihan," tutur Donny. (Pace)