Pusamania Borneo FC (PBFC) tak ingin setengah-setengah menuju klub yang profesional. Manajemen klub berjuluk Pesut Etam inipun terus berpacu dengan standar AFC dalam pengelolaan. Termasuk penyediaan lapangan alternatif sebagai tempat latihan.


Seperti diketahui klub profesional diwajibkan memiliki stadion terpisah dengan tempat berlatih. Hal itu rupanya membuat klub kebanggaan masyarakat Samarinda ini serius membenahi infrastruktur pendukung mereka.


Alhasil, Stadion Sempaja Samarinda pun bakal dijadikan skuad Pesut Etam sebagai tempat latihan. Sayang, saat ini kondisi lapangan Stadion Sempaja kurang menyakinkan. Hal itu membuat manajemen PBFC bergerak untuk melakukan pembenahan.


Apalagi, dukungan UPTD Sapras Stadion Sempaja yang mengijinkan PBFC berlatih di stadion patut diapresiasi. Untuk itu PT Nahusam Pratama Indonesia (badan hukum PBFC) pun membalas dengan melakukan perbaikan dan perawatan kedepannya.


Dari beberapa hari lalu, terlihat aktifitas pengurukan pasir ke areal lapangan. "Kami tambah pasir untuk menutup lapangan yang bergelombang. Harapannya saat tim intensif berlatih disana lapangan tidak ada yang berlubang lagi," ujar CEO PBFC, Abdul Bari Al-Katiri.


Hal itu juga dibenarkan manager PBFC Dandri Dauri saat mengecek kondisi terkini stadion yang pernah menggelar TC timnas Indonesia itu. Dijelaskannya apa yang dilakukan PBFC ini sebagai bahwa pihaknya tak hanya sekedar pinjam pakai terhadap aset daerah.


"Tapi ikut merawatnya juga. Lagipula kalau kondisi lapangan tidak rata, pemain kami juga riskan cedera. Setidaknya dengan kami menutupi lubang dengan pasir, rumput bisa kembali tumbuh subur," sahutnya. (Kibo)