Ada yang menarik saat Pusamania Borneo FC (PBFC) melakukan tandatangan kontrak terhadap 12 pemain mereka Selasa malam (22/12) lalu. Pasalnya, tak hanya kesepakatan corat-coret hitam diatas putih yang dilakukan kedua belah pihak, melainkan aksi potong rambut.


Ya, seperti diketahui, sebelum melakukan tandatangan kontrak, Galih Sudaryono mendapat persyaratan tak lazim bagi pesepakbola. Dirinya diminta harus memotong terlebih dahulu rambut kuncir dibagian belakang kepalanya.


"Ini wajib, kalau tidak kami tidak mau tandatangan," ujar Dandri Dauri, manager PBFC.


Melihat reaksi itu, Galih uring-uringan, sembari mencoba menyakinkan bahwa aksi itu tidak harus dilakukan karena tak ada dalam persyaratan tertulis di klausul kontrak, rupanya tak membuat manajemen Pesut Etam luluh. "Bisa sakit nanti kalau dipotong nih," gerutunya.


Namun Galih rupanya punya cara ampuh, dirinya bersedia memotong rambut kuncir yang sudah dirawatnya sejak beberapa tahun lalu itu jika ada tambahan dari pihak manajemen. "Potong dulu, iPhone 6 nanti saya kasih," sahut H. Nabil Husein Said Amin, Presiden Klub PBFC.


Aksi potong rambut pun dilakukan, ceklak, alhasil rambut kuncir itupun putus. "Bos jangan lupa, janjinya," cerca Galih. "Iya nanti kalau juara ya," jawab Nabil yang langsung disambut riuh tawa rekan-rekan pemain lainnya. (Kibo)