Pusamania Borneo FC (PBFC) dipastikan akan menghadapi Semen Padang untuk memperebutkan tempat ketiga dalam turnamen pra musim Piala Walikota Padang, Kamis sore (8/1). Kepastian ini didapat setelah Semen Padang sukses mengalahkan wakil Malaysia, Selangor FA melalui drama adu penalti 6-5.


“Lawan yang akan dihadapi Semen Padang. Ini akan menjadi kesempatan kami mengukur lagi sejauh mana kekuatan kami. Apalagi lawan yang akan kami hadapi adalah Semen Padang, salahsatu calon di ISL nanti,” sahut Dandri Dauri.


Disinggung mengenai kans timnya meraih kemenangan, mantan ketua POBSI Kota Samarinda itu menjelaskan dirinya tak terlalu memikirkan hal tersebut. Disebutkannya, justru dia ingin melihat perkembangan dari lini depan Pesut Etam. “Kami masih menunggu kualitas sesungguhnya lini depan kami, kalau sektor lain kami rasa kami sudah bisa menilai,” tuturnya.


Saat ini, barisan pengedor PBFC diisi berbagai nama, Diego Gama, Fandi Ahmad, Febri Setiadi Hamzah dan pemain seleksi Aldair Makatindu diplot silih berganti membongkar pertahanan lawan. Selain itu Arie Priatna dan Okto Maniani juga bisa jadi alternatif jika diperlukan.


“Memang dari dua laga kami di Padang, satu gol yang kami ciptakan lahir dari pemain tengah (Srdjan Lopicic), untuk itulah gol dari barisan depan sangat kami tunggu,” harap pria bertubuh gempal itu.


Disisi lain, mengantongi satu kemenangan dan satu kekalahan dalam turnamen pra-musim Piala Walikota Padang, sejak 4 Januari lalu membuat Pusamania Borneo FC (PBFC) gagal melangkah ke partai final. Meski demikian, mereka akan menghadapi Semen Padang, dalam perebutan tempat ketiga, Kamis sore (8/1) ini.


Ditanya perihal hasil dua laga tersebut, Pelatih PBFC, Arcan Iurie menerangkan dirinya tak terlalu melihat hasil tersebut. Dikatakan pelatih berkebangsaan Moldova itu, dirinya lebih tertarik mengulik sejauh mana progres yang didapat anak asuhnya jelang berkompetisi pada Februari mendatang.


“Kalah dari Persib, kami realistis saja, kami sadar diri Persib juara ISL dan kami baru promosi. Justru dari kekalahan ini saya dan tim dapat ilmu yang bisa dipetik agar bisa dibenahi untuk kompetisi nanti,” ujarnya.


Disebutkannya, dirinya juga menekankan kepada semua skuad Pesut Etam agar tetap fokus dan bermain ngotot dalam semua pertandingan. Hasilnya cukup terlihat, spirit yang ditunjukkan Srdjan Lopicic dan kawan-kawan sangat luar biasa.


“Sebenarnya lawan Persib saya pribadi mau menang, tim juga mau menang. Tidak ada yang mau kalah. Cuman, dari kekalahan ini kami juga bisa dapat ilmu,” tambahnya.


“Terlepas dari itu, mari kita ambil segi positif buat tim, buat mencari karakter permainan, buat cari ketemu mental pemain dan bersyukur kita punya materi pemain, kita punya kondisi pemain, mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik dari sekarang,” pungkas eks pembesut Persija Jakarta dan Persib Bandung itu. (**)