Keputusan Pusamania Borneo Football Club (PBFC) merekrut Okto Maniani diragukan banyak pihak. Pelatih Arcan Iurie dinilai melakukan kecerobohan mengambil pemain yang dikenal bandel dan susah diatur itu.


Menyikapi tuduhan itu, Arcan Iurie tak ingin ambil pusing. Menurutnya, sebagai pesepakbola harusnya memiliki sifat nakal namun harus tetap pada jalur profesionalitas. "Kalau pemain nggak nakal di lapangan berarti bukan pesepakboka. Saya juga pernah jadi pemain sepakbola. Tapi kalau nakal negatif seperti rokok,clubbing, minum alkohol, jangan," kata dia.


Pelatih berkebangsaan Moldova itu, mengaku memang senang dengan tipikal pemain seperti Okto Maniani. ''Saya cari tipikal pemain yang sangat laki-laki, berani, nakal saat bermain bola. Saya juga suka pemain yang gerakannya cepat, mental pekerja keras, demi prestasi, saya tidak suka pemain malas, '' jelasnya.


Menurutnya sebagai pesepakbola terpenting harus memiliki mental yang tangguh, sehingga performanya di lapangan tetap bagus. "Jangan melihat hasilnya, kalau capek baru terlihat mental pemain, ada alasan nggak ikut latihan, tidak punya karakter. Jika mempunyai mental yang tangguh tinggal menambah latihan agar main meningkat," katanya.


Dikutip dari Tribun Kaltim, Okto, demikian pria berusia 24 tahun itu akrab disapa menyampaikan kegundahannya. Saat mengalami cedera retak tulang kering kaki kiri dia sempat terpuruk. Selain dicoret dari daftar pemain timnas yang dipersiapkan untuk SEA Games 2013 di Myanmar, banyak klub yang juga meragukannya.


“Saya kan pernah cedera, banyak klub yang menolak saya, karena mereka pikir saya sudah habis. Namun, beruntung PBFC ini masih mempercayai saya. Saya berusaha meyakinkan pelatih dan manajemen dengan mengikuti seleksi tim PBFC,” ujar Okto.


Beberapa hari menjalani seleksi, Okto sukses meyakinkan pelatih Arcan Iurie. Dia dikontrak satu musim bersama PBFC. Dia pun memiliki tekad besar tampil bersama skuad Pesut Etam yakni mengembalikan namanya ke tim nasional Indonesia.


Dalam beberapa uji coba yang dijalani Pesut Etam dengan tim lokal, penampilan pemain asal Papua itu sangat apik. Para suporter juga terlihat menyukainya. Hal itu terlihat ketika dia menggocek bola, para suporter PBFC, Pusamania berdecak kagum melihat aksinya dan memberikan tepuk tangan.


"Sehabis cedera, banyak klub yang tak mempercayai kondisi dan kemampuan saya. Tapi sekarang saya merasa senang karena PBFC masih mempercayai apa yang saya miliki, saya merasa tertantang untuk membalasnya dengan prestasi," tegas Okto Maniani. (endra)