Basri Lohy akhirnya memilih bergabung dengan Pusamania Borneo FC (PBFC). Pemain kelahiran Ternate 26 tahun silam itu sebelumnya dikabarkan bakal berlabuh di Persiba Balikpapan. Namun, selepas turnamen pra-musim di Padang awal tahun ini, Basri justru mengikuti seleksi di PBFC dan lolos.


Seusai menandatangi kontrak dengan PBFC pada Senin malam (19/1) di penginapan Cempaka, Taman Wiladatika Cibubur, yang merupakan wadah pemusatan latihan skuad Pesut Etam, Basri angkat bicara soal polemiknya tersebut.


Dirinya mengaku memilih PBFC karena menurut pemain bertinggi 163 cm itu, PBFC menjadi klub paling serius yang ingin mengunakan jasanya. Hal itulah yang membuatnya tak canggung bergabung dalam seleksi jawara Divisi Utama 2014 itu. “PBFC memang serius, saya cuma hitungan minggu seleksi langsung dikontrak,” urainya.


Dijelaskannya, kedatangannya ke PBFC merupakan inisiatifnya sendiri karena pihak klub sebelumnya, Persiba selama satu bulan lamanya tidak segera memberikan kejelasan nasibnya, apakah di kontrak atau tidak.


"Saya sudah satu bulan di sana (Persiba). Janjinya setelah turnamen Piala Wali Kota Padang akan diberi kejelasan, tapi ditunggu tidak juga ada. Makanya saya pergi, mungkin ini (di PBFC) sudah pelabuhan terakhir saya,” bebernya.


Namun, penjelasan Basri Lohy tersebut rupanya tak dapat diterima pendukung Persiba. Alhasil, akun twitter Basri pun banjir cercaan bernada miring. Dirinya bahkan dituduh pemain yang mata duitan. Menyikapi hal itu, Basri memilih cuek.


“Ini bukan masalah uang, saya juga tidak bawa lari uang orang lain kok, jadi saya cuek aja. Sebagai pemain saya ingin yang jelas, hanya saja nama saya duluan disebarkan negatif disana (Persiba). Jujur saja, saya tak tertarik membicarakan ini berlarut-larut, sekarang mau fokus buat (Pusamania) Borneo FC saja,” pungkasnya. (Pace/*)