Sejak dioperasi pada November tahun 2014 akibat cedera lutut yang dideritanya, Hamka Hamzah belum sekalipun berlatih dengan tim barunya, Pusamania Borneo Football Club (PBFC). Meski demikian, ditengah proses penyembuhannya, pemain yang akrab dengan nomor punggung 23 ini selalu ada hadir mendampingi rekan-rekannya berlatih.


Namun, pada latihan PBFC Kamis (22/1) pagi ada pemandangan yang berbeda, Hamka yang biasanya hanya jadi penonton, kali ini terlihat berada didalam lapangan dengan pakaian dan sepatu bola. Dia berlatih terpisah didampingi fisioterapis, Zulhamsyah Zein.


Meski belum bisa bergabung dengan tim melahap menu latihan yang diberikan Arcan Iurie, pemain yang musim lalu membela PKNS Selangor di Malaysia itu nampaknya sudah gatal ingin segera bergabung. “Hamka sudah berlatih ringan dengan PBFC, tapi masih harus pelan-pelan, karena biasanya butuh waktu tidak sebentar setelah dia operasi kemarin, ini hanya adaptasi saja sebelum dia benar-benar dibolehkan berlari,” ujar fisioterapis, Zulhamsyah Zein.


Hamka yang mengenakan sepatu berwana kuning dengan kaus kaki semata kaki itu terlihat masih sedikit pincang saat berjalan. Sesekali mukanya meringis kesakitan saat bergerak, bek senior itu lebih banyak berlatih tanpa bola dan jarang sekali menendang bola.


Dia mengenakan kuas PBFC tanpa lengan. Hamka masih mengenakan nomor punggung 23, meski beberapa waktu lalu dia telah mewariskan nomor itu kepada rekan satu timnya, Ahmad Hisyam Tolle.


Hamka Hamzah sendiri diproyeksi untuk memperkuat lini belakang PBFC musim depan, namun seiring berjalannya waktu, PBFC tampaknya sudah menemukan beberapa pemain potensial di posisi yang ditempatinya. “Kami senang dengan kembalinya Hamka Hamzah didalam tim, semoga cedera dia bisa lebih cepat pulih dari waktu yang sudah ditentukan,” kata H. Nabil Husein Said Amin, Presiden Klub PBFC.


Diketahui, Bek senior itu mengalami cedera lutut tepatnya di bagian anterior cruciate ligament (ACL). ACL adalah salah satu dari empat ligamen utama dalam sendi lutut. ACL menempel pada ujung tulang paha (femur) di belakang sendi dan memanjang melalui sendi lutut ke bagian depan permukaan atas tulang kering (tibia). Umumnya cedera ini membutuhkan waktu beberapa bulan untuk sembuh. Ada pula kemungkinan si pemain sulit kembali lagi ke performa awal. (endra/*)