Hasan Basri Lohy merupakan pemain yang mempunyai ciri khas gaya rambut mohawk. Style memangkas bersih rambut sisi kanan kiri kepala meninggalkan rambut di bagian tengah itu sudah dipakai sejak masih membela Persipon Pontianak pada tahun 2007.


Gaya rambut tersebut diakuinya terinspirasi oleh style David Beckham. Namun tidak hanya meniru, pemain anyar Pusamania Borneo Football Club (PBFC) ini sedikit memodifikasinya dengan memberikan sentuhan warna pirang di rambut mohawknya.


Tubuh kecil serta rambut mohawk pirang, membuat Basri Lohy sering kali menjadi pemain yang paling mencolok di lapangan hijau. Agar dapat tetap menjaga stylenya tersebut setiap dua minggu sekali Basri rutin pergi ke salon rambut.


Saat bergabung bersama PBFC rambut mohawknya masih berwarna hitam. Dia mengaku baru akan mewarnai rambutnya saat kompetisi dimulai. "Saya lebih pede tampil di lapangan dengan gaya rambut seperti ini. almarhum pelatih PSIM Maman Durachman, klub saya dulu juga berpesan agar tetap menjaga style seperti ini," ungkap pemain kelahiran Tulehu 8 September 1986 ini.


Selain perawatan rambut, uang yang diperolehnya sebagai pemain bola juga digunakan untuk mencukupi kebutuhan lain, utamanya sepatu sepak bola.


Dalam hal ini Basri tidak begitu mengikuti perkembangan trend sepatu bola terbaru atau hanya fanatik terhadap satu merek saja. Terpenting baginya sepatu nyaman saat digunakan menggocek bola. Bahkan pemain yang memiliki ukuran kaki 39 itu tak ragu membeli dua pasang sepatu sekaligus dengan model yang sama, bila dia sudah terlanjur suka.


Uang yang diperolehnya juga tidak hanya digunakan untuk kebutuhan pribadinya. Sebagian diberikan kepada kedua orang tua yang kini tinggal di Ambon. Tak lupa Basri juga sebagin juga disumbangkan kepada panti asuhan, sebagai wujud syukur.


Meski memiliki tubuh kecil, pemain yang pernah memperkuat PSIS Semarang selama dua musim ini juga sangat gemar wisata kuliner. Basri selalu menyempatkan mencari makanan yang khas di tempat tim yang dibelanya.


Kini walau belum genap satu minggu berada di Samarinda. Pemain gelandang yang mengidolan Lionel Messi ini telah memiliki daftar makanan yang harus dicicipi, salah satunya adalah Kepiting khas Samarinda.


Namun hal itu belum sempat kesampaian, karena dia mesti pintar-pintar mencuri waktu ditengah kesibukan latihan. "Saya dapat info dari teman sama-sama pemain bola, katanya di Samarinda ini kepitingnya mantap. Nanti kalau libur saya ingin coba," ujar Basri sembari mengumbar senyum.


Ketika libur latihan, pemain yang musim lalu membawa Pelita Bandung Raya bercokor di peringkat empat ini mengisi waktu saat di mes dengan tidur atau pemain bola menyebutnya dengan istilah kondisi. Di luar itu, Basri juga suka tanding dalam game elektronik PS bersma rekan-rekannya yang lain. (endra/tribun)