Jelang bergulirnya kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 yang rencananya kickoff dimulai pada 22 Februari mendatang, Pusamania Borneo FC (PBFC) tak hanya menyiapkan skuad terbaik. Klub berjuluk Pesut Etam itu juga melakukan pembenahan terhadap bus yang menjadi sarana transportasi pemain.


PT Nahusam Pratama selalu badan tim PBFC berusaha memberikan fasilitas terbaik bagi Egi Megiansyah dan kawan-kawan. Salah satunya adalah dengan menyediakan bis khusus bagi pasukan Kota Tepian.


Alhasil, bus berjenis HINO series R260 tahun 2008 yang merupakan sumbangsih Pemkot Samarinda terhadap klub asal kota Tepian dipermak. Sejak dulu bis ini telah digunakan berbagai alat transportasi klub-klub daerah setempat, mulai dari jaman Persisam Putra Samarinda, Pusam, dan kini diteruskan oleh Pusamania Borneo FC.


Jika sebelumnya hanya tertulis nama Persisam Putra sepeninggalan Divisi Utama dengan warna orange tua, maka musim ini livery bis berubah dengan ornamen khas PBFC. Ada gambar ikan Pesut yang menghiasi sisi kanan bis, yang menjadi logo tim.


Adapun desainer livery bis ini adalah Muhammad Ramadhan atau akrab disapa Asent, ia merupakan desainer ternama dari Kalimantan Timur (Kaltim). Pengusaha advertising yang memegang kendali Lineza Advertising Kukar (anak perusahaan dari Lineza Group) ini juga pernah dipercaya membuat logo Persisam Putra dan terbaru logo Pusamania Borneo FC juga merupakan hasil karyanya.


Selain mempercantik tampilan luar, interior didalam bus berkapasitas 40 kursi penumpang itu juga diperbaharui. "Akan dibuat semewah mungkin seusai tampilan luar. PT Nahusama Pratama Indonesia sudah memesan kursi baru dan warna kulit kuris juga diganti dengan dominasi warna jingga. Ada bantal dan selimut juga setiap kursinya," ujar Manager PBFC, Dandri Dauri.


Sound sistem dan TV juga tak luput dari peremajaan, jika sebelumnya hanya mengandalkan TV tabung, kali ini LED TV dan sound sistem kelas wahid bakal terpasang. Hal ini dilakukan agar sepanjang perjalanan para pemain akan merasa nyaman sehingga kebugaran dan mood bertanding mereka tetap terjaga.


"Bus saat ini masih dalam tahap perbaikkan, bagian luar sudah 90 persen, di dalamnya baru jalan 60 persen. Total dana yang dihabiskan mungkin sekitar 200 juta lebih, karena ada kondisi bus yang harus diganti dan diperbaiki, terutama kaca depan bis yang retak serta ban yang gundul," tutur Direktur Bisnis, Promosi dan Marketing PBFC, M Novi Umar.
Sementara itu, CEO Lineza Group, Ery Farliant, menjelaskan dari jaman persisam putra sampai dengan Pusamania Borneo FC dia selalu menjadi sponsorship kesebelasan asal Kota Samarinda.


Segala macam pekerjaan yang sudah dilakukannya yakni printing interior kantor PBFC, lokeroom pemain pada jaman Persisam Putra Samarinda, eboar pertandingan, sampai spanduk suporter dipinggir lapangan merupakan hasil garapan Lineza Grup. "Ini sebagai wujud berkontribusi kami sebagai perusahaan yang berada di Samarinda," ujarnya. (endra/tribun)