Manajemen Pusamania Borneo FC (PBFC) langsung menggelar rapat usai menerima surat terusan pemberitahuan perihal hukuman yang menimpa skuad anyar mereka, Saktiawan Sinaga. Padahal, beberapa hari lalu, eks penyerang PSS Sleman itu baru saja didaftarkan PBFC untuk melengkapi skuad Pesut Etam.


Terkait hal itu, General Manager PBFC, Tommy Ermanto Pasemah menerangkan pihaknya kini masih mempelajari terlebih dahulu terhadap keputusan dari surat Komdis bernomor 221/DU//KD-PSSI/XI/2014 itu.


Seperti diketahui, Komdis menjatuhkan hukuman kepada Saktiawan Sinaga ketika pemain kelahiran Medan itu masih membela PSS Sleman di ajang Divisi Utama 2014 musim lalu. Dalam laga babak 8 besar, guna menghindari Pusamania Borneo FC di babak semifinal, laga PSS Sleman dan PSIS Semarang terpaksa diakhiri dengan insiden sepakbola gajah yang memalukan. Lima gol bunuh diri terjadi dalam laga berakhir 3-2 untuk kemenangan PSS itu.


Dalam keterangannya, PSS Sleman dan PSIS Semarang diduga menghindari Pusamania Borneo FC di babak semifinal. PBFC sendiri wajar ditakuti, pasalnya diakhir kompetisi kehebatan PBFC akhirnya berbuah hasil, klub berjuluk Pesut Etam itu keluar sebagai juara, usai mengalahkan Persiwa Wamena 2-1 di babak final.


"Dalam surat itu Sakti harus membayar Rp50 juta dan larangan beraktifitas di sepakbola selama setahun dan lima tahun hukuman masa percobaan. Tapi kami masih pelajari lagi, seperti apa detail yang dimaksud," tambah Tommy.


Disisi lain, ketergantungan PBFC terhadap peran Saktiawan Sinaga dilini depan cukup besar. Terlebih saat ini, praktis hanya Saktiawan yang mampu menjadi pilihan utama dilini depan, seiring belum seratus persennya kondisi Febri Setiadi Hamzah usai cedera.


"Kami harus putar otak mencari alternatif jika memang benar-benar Saktiawan tidak bisa bermain musim ini. Tapi kami harap itu tidak harus terjadi," cerca Dandri Dauri, manager tim PBFC. (Abe)