Dunia sepakbola tak melulu soal si kulit bundar, dari berbagai aspek, masalah finansial menjadi corong utama soal pendanaan klub. Di era saat ini, beberapa klub berusaha menggali potensi tersebut, salahsatunya Pusamania Borneo FC.


Dijelaskan Dirut PT Nahusam Pratama Indonesia selaku badan hukum PBFC, Abdul Bari Al-Katiri menerangkan saat ini pihaknya tengah fokus dalam pengembangan bisnis itu. "Kami sangat terbuka jika ada pihak ketiga yang ingin mengembangan bisnis yang berkorelasi dengan memanfaatkan branding PBFC," sahut Bari.


Dikatakannya kerjasama ini tak melulu soal sepak bola, dengan jumlah pendukung ribuan, PBFC bisa menjadi magnet tertentu jika bisnis yang dikembangkan nantinya berujung terhadap pendanaan klub.
"Jadi konsepnya pihak ketiga membuka sebuah bisnis, contoh kecil tempat potong rambut, namanya bisa PBFC Barber Shop, dengan menggunakan nama klub nanti ada sistem bagi hasil yang dihitung dalam persentase yang sudah disepakati," tutur Bari.


"Tentu pihak ketiga sebagai penyandang pemilik modal memiliki keuntungan lebih besar dari hasil bagi tadi. Dan banyak lagi bisnis yang bisa dikembangkan dengan menggunakan brand PBFC," jelas lulusan salahsatu Universitas di Qatar itu.


Apalagi saat ini, sebagai pendatang baru di industri sepak bola, PBFC memiliki basis massa pendukung yang tergolong besar, untuk itu Abdul Bari menyakini pendukung setia mereka secara tidak langsung bisa berkontribusi terhadap pendanaan klub. Ditambahkanna, tidak menutup kemungkinan, kedepannya mitra bisnis yang datang menawarkan konsep membuka swalayan bernama PBFC, toko merchandise, kafetaria, showroom motor mobil, sarana transportasi dan lain-lain.


"Artinya dengan banyaknya mitra usaha yang berbagai jenis itu, selain mempermudah pendukung PBFC dalam mencari kebutuhan sehari-hari, mereka juga turut serta dalam hal pendanaan klub. Apalagi PBFC sudah menjadi satu-satunya klub kebanggaan Samarinda di ISL," bebernya. (Abe)