Niat Pusamania Borneo FC (PBFC) dalam hal mengembangkan bisnis untuk menopang pendanaan berkompetisi di Indonesia Super League 20115 terus dilakukan secara serius. Bahkan, pada Selasa (10/2) kemarin, Manajemen PT Nahusam Pratama Indonesia selaku badan hukum PBFC melakukan pertemuan dengan jajaran direksi Bank Indonesia.


Hadir mewakili Bank Indonesia dalam diskusi ringan di kantor PT NPI, Komplek Stadion Segiri Samarinda, yakni Harry Aginta Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltim , Wahyu Ega Nugraha (Asisten Manager/Analis BI Provinsi Kaltim) dan Yusuf Arifs (KPUMKM BI Provinsi Kaltim).


Sedangkan PBFC diwakilioleh CEO PBFC/Dirut PT NPI, Chief Marketing PBFC Novi Umar beserta dua media officer PBFC, Fachrul B. Pratama dan Abe Hedly Sundana. Seusai berdiskusi, jajaran direksi BI diajak berkeliling markas PBFC, mulai dari galery yang digadang bakal menjadi museum klub, locker room hingga melihat livery anyar bus PBFC.


Chief Marketing PBFC, Novi Umar menerangkan diskusi ini sangat membantu pihaknya dalam mengembangkan potensi bisnis untuk mencari sumber dana yang berhubungan ilmu ekonomi mikro dan makro di kota Samarinda.


"Sebagai klub profesional tentu PBFC dituntut untuk mengembangkan bisnis sepakbola tak hanya dari satu sumber, namun disini kami dituntut untuk menggali semua potensi dari sepakbola untuk dijual kepublik agar bisa menjadi sebuah sumber pendapatan, hal ini sudah dilakukan banyak klub di Asia, Jepang salahsatunya," tuturnya.


Disisi lain, Deputi Kepala Bank Indonesia Provinsi Kaltim, Harry Aginta mengaku mengapresiasi langkah strategi yang dilakukan PBFC dalam hal pengembangan bisnis di dunia sepakbola.


Meski dikatakannya pihaknya tak bisa membantu soal modal pendanaan, namun BI secara terbuka bakal membantu PBFC dalam hal pengelolaan keuangan, menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target yang bakal dicapai dilakukan PBFC. Selain itu, BI juga mengapresiasi munculnya ATM Bankaltim berdesain khusus PBFC dikalangan pendukung setia skuad Pesut Etam.


"Kami juga mendukung penuh upaya PBFC dalam hal gerakan non tunai yang bakal mereka terapkan pada tiket masuk pertandingan di Stadion Segiri ini langkah bagus, kami berharap semua proses transaksi PBFC kedepannya bisa lebih banyak dengan mengunakan sistem modern, ini juga mendukung gerakan nasional non tunai yang dikampanyekan BI," jelas Harry Aginta. (Abe)