Keseriusan Pusamania Borneo FC (PBFC) mengembangkan business delevopment untuk menunjang finansial mereka di industri sepak bola tanah air terus dilakukan. Dan Kamis (12/2) kemarin manajemen PT Nahusam Pratama Indonesia selaku badan hukum PBFC melakukan pertemuan dengan Bank Indonesia dan Bankaltim.


Dalam pertemuan di kantor BI kawasan Jl Gadjah Mada Samarinda itu, disepakati bahwa kedepannya PBFC dalam hal segi perputaran keuangan condong menggunakan transaksi non tunai. "Meski tidak bisa langsung total, setidaknya dari musim ini, sudah ada beberapa aktivitas non tunai di Stadion Segiri Samarinda," ujar Abdul Bari Al-Katiri, CEO PBFC.


Senada, Chief Marketing PBFC, M Novi Umar menerangkan banyak cara yang akan dikembangkan PBFC untuk merealisasikan gerakan non tunai ini, apalagi PBFC memiliki basis massa yang fanatik. Aktifitas non tunai bukan sekedar mempermudah transaksi, tapi berbagai keuntungan juga bisa didapat. "Selain potongan harga khusus diberbagai merchan official, khusus untuk ISL 2015 ini, kami menyediakan loket khusus bagi pemegang kartu ATM berlogo PBFC untuk membeli tiket, jadi tinggal gesek, struknya itulag yang dijadikan tiket," sahutnya.


Sebelumnya, PBFC diterangkan Novi Umar mengatakan diskusi dengan Bank Indonesia sangat membantu pihaknya dalam mengembangkan potensi bisnis untuk mencari sumber dana yang berhubungan ilmu ekonomi mikro dan makro di kota Samarinda.


"Sebagai klub profesional tentu PBFC dituntut untuk mengembangkan bisnis sepakbola tak hanya dari satu sumber, namun disini kami dituntut untuk menggali semua potensi dari sepakbola untuk dijual kepublik agar bisa menjadi sebuah sumber pendapatan, hal ini sudah dilakukan banyak klub di Asia, Jepang salahsatunya," tuturnya.


Disisi lain, Deputi Kepala BI Provinsi Kaltim, Harry Aginta menerangkan apa yang dilakukan PBFC dan Bankaltim sudah selayaknya mendapat dukungan pihaknya. "Kami apresiasi semua bentuk kerjasama ini, kami sebagai lembaga negara independen akan terus mendukung, terimakasih kepada PBFC maupun Bankaltim, semoga kedepannya hal tersebut bisa lebih dikembangkan di sepakbola," tuturnya.


BI sendiri memiliki kewenangan memberikan persetujuan dan perizinan serta melakukan pengawasan Sistem Pembayaran Nasional sendiri jelas tak bisa dipisahkan dalam hal ini. Terlebih, saat ini BI memiliki gerakan non tunai nasional yang perlu didengung bersama-sama oleh semua pihak. "Kami komitmen soal ini, kami harap seluruh Pusamania juga nantinya ikut dan berperan soal hal ini," pungkas CEO PBFC, Abdul Bari Al-Katiri.


Sementara itu, marketing Bankaltim, Nur Susilawati menjelaskan pihaknya bakal menyiapkan 8000 ATM berlogo khusus PBFC bagi suporter Pesut Etam. Dimana, 500 ATM berlogo PBFC ini sudah bisa didapatkan saat PBFC menggelar launching tim pada 15 Februari mendatang di Stadion Segiri. "Nanti ada booth Bankaltim yang turut memberikan penjelasan cara memiliki ATM Bankaltim berlogo khusus PBFC ini, juga bisa melakukan pembukaan rekening baru disana untuk mempermudahkan," katanya. ** (Pace)