Persiapan Pusamania Borneo FC (PBFC) mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 sudah jauh hari dilakukan. Bahkan, selepas meraih predikat sebagai kampiun Divisi Utama 2014 dan promosi ke ISL, manajemen PT Nahusam Pratama Indonesia selaku badan hukum PBFC bergerak cepat dengan melakukan pembelian pemain baru.


Total sudah ada 30 pemain yang didaftarkan PBFC ke PT Liga Indonesia untuk ISL 2015. Menariknya, badget untuk belanja pemain ini rupanya diluar prediksi banyak orang. Meski memiliki dana berlimpah, efisiensi dalam pengeluaran tetap dilakukan klub bentukkan suporter ini.


Presiden Klub PBFC, H. Nabil Husein Said Amin, menerangkan langkah ini tak serta merta membuat materi PBFC biasa saja. Hal itu terbukti dengan datangnya beberapa pemain berlabel bintang, sebut saja Okto Maniani, Saktiawan Sinaga, Egi Melgiansyah, Srdjan Lopicic hingga Hamka Hamzah.


“Bergabung di PBFC tak melulu bicara soal uang, saya ingin melihat mereka (pemain) juga mengedepankan loyalitas, jika memang bermanfaat, kami sudah siapkan cara untuk menghargai jerih payah mereka, salahsatunya dengan bonus berlimpah,” ujar pemuda berusia 20 tahun itu.


Nabil menjelaskan, kiat ini dilakukan agar manajemen PBFC tetap sehat dalam pengelolaan klub. Disinggung total rupiah untuk belanja pemain PBFC 2015 diawal musim, Mahasiswa James Cook University Singapura itu menjelaskan PBFC hanya habis sekitar Rp12 miliar. Ini jelas jauh lebih kecil ketimbang pesaing mereka seperti Mitra Kukar, Persib Bandung, Arema Cronus, Sriwijaya FC dan Persija Jakarta.


“Mungkin di ISL kami yang paling kecil soal urusan belanja pemain. Terlepas soal itu, intinya di PBFC insyaallah tidak ada namanya gaji terlambat, itu yang terpenting,” tambahnya. (Pace)