Kickoff Indonesia Super League (ISL) 2015 akan digelar 20 Februari ini, dalam rilis jadwal yang sudah diterima Pusamania Borneo FC (PBFC), skuad Pesut Etam akan memulakan laga awal pada lima hari kemudian melawan tuan rumah Persegres Gresik United.
Namun, ditengah itu muncul kabar bahwa ISL akan kembali tertunda pelaksaannya.


Menanggapi hal tersebut, Presiden Klub PBFC, H. Nabil Husein Said Amin, menerangkan pihaknya berharap ISL tetap digelar tepat waktu. “Jika mundur lagi, banyak yang dirugikan, kami juga khawatir ini akan berimbas terhadap animo serta greget kompetisi,” sahutnya.


Disinggung soal wacana Sriwijaya FC yang ingin berkompetisi di Liga Singapura jika kick off ISL 2015 kembali molor, Nabil Husein menerangkan hal itu tak akan dilakukan PBFC. Menurutnya, meski secara tim PBFC sudah siap, namun proses berlaga di kompetisi luar negeri perlu pertimbangan matang dan proseduralnya tak mudah.


“Bermain di S-League (Liga Singapore) itu ada tahapannya, sebelum benar-benar ikut liganya, klub tersebut harus bermain dulu di Singapore Cup. Selain itu, jika keluar sebagai juara, jatah ke Asia akan tetap dialihkan ke klub asli negara tersebut. Sedangkan target PBFC adalah ingin berkompetisi di level Asia,” tutur Nabil.


Ditambahkan Nabil, kompetisi di Indonesia saat ini dinilainya masih yang terbaik di Asean, namun pembenahan tetap harus dilakukan agar bisa bersaing dengan negara-negara Asia. Operator kompetisi pun diharapkannya bisa lebih profesional lagi mengemas liga agar bisa menjadi rujukan negara-negara lain di Asean.


“Di Thailand kenapa liganya tersusun dengan rapi, karena jarak geografis negara tersebut mendukung, sedangkan di Indonesia yang merupakan negara kepulauan, sudah jelas memiliki tantangan tersendiri bagi peserta dan pengelolanya, nah disinilah diperlukan kerjasama semua pihak, tanpa terkecuali,” pungkas Nabil. (Pace)