Mundurnya jadwal kickoff Indonesia Super League (ISL) 2015, yang seyogyanya akan diputar mulai 20 Februari kemarin, membuat Pusamania Borneo FC (PBFC) meliburkan skuadnya dari persiapan.


Dan Sabtu dinihari, beberapa pemain tampak sudah meninggalkan mess pemain yang terletak di tribun ekonomi komplek Stadion Segiri Samarinda. "Pemain termasuk pelatih kami liburkan, biarkan mereka pulang kampung untuk bertemu keluarga, mereka pasti rindu suasana dirumah masing-masing," sahut H. Nabil Husein Said Amin, Presiden PBFC.


PBFC sendiri awalnya dijadwalkan bertolak ke Gresik pada Minggu pagi (22/1), dan tiga hari berselang mereka akan menantang tuan rumah Persegres Gresik United, namun jadwal yang sudah disusun PT Liga Indonesia itu akhirnya dibatalkan akibat intervensi Kemenpora, alhasil rencana itupun tersebut urung terlaksana.


Meski demikian, libur lima hari yang diberikan manajemen PBFC dipastikan tak dapat jatah lebih. Jika pemain terlambat hadir dalam latihan Rabu sore (25/2) mendatang di Samarinda, sanksi berupa denda akan diberlakukan manajemen PT Nahusam Pratama Indonesia selaku badan hukum PBFC. "Sudah disepakati, terlambat atau tidak ikut latihan pada Rabu sore denda Rp5 juta, langsung dipotong dari gaji," ancam Nabil.


Demikian halnya dengan kondisi pemain, meski libur mereka tetap diminta tetap menjaga kondisi agar tetap prima, secarik kertas program latihan dirumah pun disebarkan staf pelatih kepada setiap pemain. Lalu, bagaimana jika kondisi pemain tak terjaga? manajemen PBFC pun menyiasati dengan memberlakukan hukuman. "Bisa dilihat dari timbangan berat badan mereka, kalau naik sekilo denda sejuta," pungkas Nabil. (Abe)