Pertemuan antara PT Liga Indonesia (PT LI) dan perwakilan 18 klub peserta kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 dengan Badan Olahraga Profesional (BOPI) akhirnya menemui titik terang.


Pertemuan ini merupakan pertemuan kedua mereka. Sebelumnya, PT Liga dan perwakilan 18 ISL juga pernah menemui BOPI pada, Selasa (17/02) lalu. Dalam pertemuan ini, keseluruh pihak yang terkait tampak serius membahas penyelenggaraan ISL musim 2015 yang sebelumnya tidak mendapat rekomendasi dari BOPI dan Kemenpora untuk diselenggarakan mulai Jumat (20/02) lalu.


Pada Senin (23/2) siang sebelumnya, bersama seluruh perwakilan klub ISL, mereka lebih dulu melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Gedung DPR/MPR, Senayan. Namun setelah berdialog lebih jauh, PT Liga, BOPI, Kemenpora dan 18 klub peserta ISL akhirnya menemukan kesepakatan.


Diungkapkan Sekretaris tim Pusamania Borneo FC (PBFC) Donny Fahrochi, selaku perwakilan PBFC, pertemuan ini memunculkan beberapa poin. Yakni klub peserta ISL diminta tetap harus melengkapi persyaratan yang sudah diajukan Kemenpora melalui BOPI.


Namun yang terpenting adalah kepastian kickoff dari kesemua pihak. "Soal persyaratan BOPI, klub tetap harus melengkapi sambil berjalan. Terpenting, kick-off tidak bisa diganggu gugat, ISL tetap diputar pada 4 April 2015, itu sudah disepakati," tutur Donny.


Adapun rilis jadwal kompetisi akan diumumkan selambat-lambatnya pada 13 Maret 2015. Dan ISL ditargetkan selesai pada November mendatang. "Kenapa harus berakhir November, karena dibulan Desember itu sudah masuk tahap pendaftaran klub untuk Piala AFC dan Liga Champions Asia, Indonesia harus tetap kirim wakil keajang itu," pungkasnya. (Abe)