Pusamania Borneo (PBFC) menjadi pelopor bagi tim-tim di Indonesia dalam hal pengelolaan tiket yang tersistematis. Keluarnya program tiket elektronik yang digagas PBFC dan Bankaltim menjadi penyebabnya. Seperti diketahui, musim ISL 2015, PBFC menyediakan satu pintu dan loket khusus bagi pemegang kartu ATM Bankaltim berlogo PBFC.


"Kami menyebutnya PBFC Card, nah bagi yang punya bakal banyak mendapat keuntungannya. Caranya hanya buka rekening baru Bankaltim, untuk sementara daftarnya cuma bisa dilakukan di Mabes Pusamania," tutur Novi Umar, Chief Marketing PBFC.


Diungkapkan Novi, Bankaltim selaku mitra kerjasama menyediakan 8000 ATM khusus berlogo PBFC untuk ISL 2015. Selain disediakan pintu dan loket khusus bagi pengguna PBFC Card, ATM Bankaltim berlogo PBFC ini juga bisa digunakan diberbagai tenant yang telah bekerja sama dengan Bankaltim.


"Untuk membuka rekening ini hanya perlu membayar Rp55 ribu, isi form pendaftarannya di Mabes Pusamania, dan setelah itu akan dikirim ke Bankaltim untuk diproses," jelasnya.


Penggunaan PBFC Card ini sendiri tersistem modern, menggunakan mesin EDC, ATM berlogo PBFC yang sudah dimiliki pendukung PBFC tinggal digesek dimesin tersebut, struk yang keluar dari mesin EDC inilah yang digunakan sebagai tiket masuk.


"Struknya nanti distempel khusus petugas loket yang berjaga, pintu masuknya juga beda. Keuntungannya memakai PBFC Card tidak perlu antri dan transaksinya gak ribet karena pakai non tunai, jika saldo didalam ATM habis, tinggal top up," tambah Novi.


Selain Samarinda, sistem tiket seperti ini juga rupanya merambah ke Samarinda. Lamongan dan Malang disebut-sebut juga bakal menerapkan hal serupa. Alhasil, gerakan nasional non tunai yang digalakkan PBFC dan Bankaltim inipun mendapat respon positif dari Bank Indonesia regional Kalimantan Timur.


"Alhamdulillah, BI juga mendukung, itu terbukti dengan dukungan mereka yang disampaikan kekami secara lisan maupun ikut juga membantu dalam promosi," pungkas Novi Umar. (Pace)