Laga uji coba melawan PSM Makassar dan Persela Lamongan memang hanya bertajuk uji coba. Namun begitu, Presiden Pusamania Borneo FC (PBFC) H Nabil Husein Said Amin sudah mewanti-wanti kepada pasukannya untuk tidak bermain setengah hati.


Menurut Nabil, laga melawan dua kontestan Indonesia Super League (ISL) merupakan kesempatan bagi timnya untuk merasakan atmosfer berlaga di kancah sepak bolah tertinggi di Indonesia. Maklum, meski bematerikan pemain-pemain yang sudah sangat berpengelaman, PBFC tetaplah klub promosi dari Divisi Utama musim lalu.


"Karena itu, berlaga melawan dua tim ISL ini menjadi kesempatan untuk merasakan suasana bermain di kompetisi tertinggi. Memang cuma uji coba, tapi yang dilawan adalah tim ISL. Jadi sedikit banyaknya, suasananya sudah cukup tergambar," ungkap pemilik klub termuda di Indonesia tersebut.


Dari 18 kontestan ISL musim 2015, PBFC menjadi satu-satunya tim promisi alias pendatang baru. Hal itu, karena tandemnya dari Divisi Utama, Persiwa Wamena urung berlaga di ISL karena terkena sanksi dari PT Liga Indonesia (PT LI) selaku operator liga.


Meski baru pertama kali mentas di Divisi Utama, musim lalu PBFC sukses menjuarai kasta kedua sepak bola Indonesia tersebut. Naik level ke ISL, PBFC tidak ingin sekadar numpang lewat.


Alhasil, manajemen PBFC yang dikomandoi Nabil Husain meramu tim dengan mendatangkan beberapa pemain berpengalaman. Meski begitu, sejumlah pemain lokal yang masih berusia muda juga diberi kesempatan membela tim berlambang Pesut Mahakam tersebut.


Atas dasar itu, Nabil mengaku jika PBFC tetap memerlukan banyak pengalaman sebelum benar-benar terjun ke kompetisi ISL musim ini. "Ini kesempatan kami untuk membuktikan kualitas tim. Selain itu, laga uji coba ini bisa mengukur sejauh mana peningkatan kualitas tim yang sudah dipersiapan oleh jajaran pelatih," pungkas Nabil. (Raka)