Dalam sesi latihan terakhir yang digelar, Jumat (3/4) pagi di Stadion Segiri Samarinda, pelatih kepala Pusamania Borneo FC (PBFC) memberikan motivasi kepada para pemian usai sesi latihan berlangsung.


Pelatih asal Moldova itu mengatakan jika laga yang dilaksanakan di Gresik nanti akan menjadi ajang pembuktian setelah selama tiga bulan melakukan persiapan. Dan berharap pemain bisa memberikan kemampuan terbaiknya dalam pertandingan nanti.


"Kita sudah tiga bulan kita berlatih untuk mempersiapkan waktu ini. Jadi inilah saatnya kita buktikan, ditambah ini juga disiarkan langsung dan dilihat oleh seluruh Indonesia. Kita datang dengan kepala tegak, pulang juga harus dengan kepala tegak, kita harus ada motivasi danjangan buat malu suporter yang mendoakan perjuangan kita," katanya.


PBFC sendiri dijadwalkan akan menjalani dua laga tandang di tur ke Jawa Timur kali ini. Selain menghadapi Persegres Gresik United pada 5 April nanti, Pesut Etam juga akan dijamu Persebaya Surabaya pada 8 April 2015. Tak tanggung-tanggung, mereka mematok 4 poin pada dua laga tersebut.


"Itu target realistis, dan kami atau saya pribadi percaya tim ini bisa. Lagipula, saya tidak ingin meraih hasil nihil disetiap pertandingan, tidak ada dikamus saya seperti itu," urai H. Nabil Husein Said Amin, Presiden PBFC.


Jumat sore (3/4), skuad Pesut Etam akan terbang ke Surabaya melalui Bandara Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan Balikpapan. Selama menjalani tur ke Jawa Timur, seluruh skuad Pusamania Borneo FC (PBFC) memilih Hotel Inn Simpang Surabaya sebagai tempat menginap. Jarak yang tak terlalu jauh antara Gresik dan Surabaya membuat manajemen tetap memilih tinggal di hotel tersebut. Apalagi tiga hari setelah melawan Persegres, PBFC akan menghadapi tuan rumah Persebaya Surabaya.


Sementara itu, keberangkatan PBFC ini tertunda sehari dari jadwal semula, akibat padatnya jadwal penerbangan. Dari jadwal semula, Okto Maniani dan kawan-kawan berangkat pada Kamis pagi kemarin. "Dan akhirnya kami baru bisa berangkat pada Jumat (3/5) sore nanti," seloroh media officer PBFC, Abe Hedly Sundana.


Dalam lawatan kali ini, PBFC membawa 20 pemain terbaiknya. Mereka diantaranya, Galih Sudaryono, Mohammad Juni Irawan, Afriyandi, Zulvin Zamrun, Martin Kovachev, Djayusman Triasdi, Ahmad Hisyam Tolle, Fandi Mochtar, Tommy Oropka, Hermansyah Muchlis, Ade Jandra Lukmana, Fandi Ahmad, Erick Weeks Lewis, Arie Priatna, Okto Maniani, Terens Puhiri, Srdjan Lopicic, Aldair Makatindu, Saktiawan Sinaga, Febri Setiadi Hamzah.


Sedangkan, nama pilar tangguh, Rachmat Latief yang selama ini mengawal daerah pertahanan PBFC terpaksa tak disertakan. Sakit demam tinggi yang dialami pemain bernomor punggung 88 itu memaksanya harus dirawat di salahsatu rumah sakit swasta di Samarinda. "Jajaran pelatih tidak mau ambil resiko dengan tetap menyertakan nama Rachmat Latief dalam tur kali ini, mereka menyarankan Rachmat untuk ditinggal agar bisa fokus penyembuhan dulu," pungkas Abe. (AHS)