Kedatangan rombongan tim Pusamania Borneo FC (PBFC) ke Jawa Timur guna menghadapi Persegres Gresik United, Minggu (5/4) nanti, terpaksa harus menunggu cukup lama di Bandara Juanda Surabaya, Jumat (3/4).


Kejadian terlantarnya skuad Pesut Etam ini terjadi akibat bus jemputan yang disediakan oleh pihak Panpel pertandingan, tak kunjung datang begitu Okto Maniani dan kawan-kawan mendarat pukul 19.20 WIB.


Ditengah masa menunggu itu, manajemen PBFC berusaha terus melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dengan pihak terkait menanyakan kendaraan yang akan membawa mereka ke hotel. "Kamu baru ya jadi LO," tanya Dandri Dauri, manager PBFC.


Bus jemputan yang membawa skuad Pesut Etam sendiri baru tiba 1,5 jam kemudian yang langsung mengantar rombongan menuju Hotel Inna Simpang Surabaya, tempat mereka menginap.


Atas kejadian ini, manajemen PBFC meminta adanya perubahan uji coba lapangan yang akan digunakan saat akan melawan Persegres Gresik United. Sebelumnya Panpel setempat memberi jadwal uji coba dilangsungkan pada Sabtu (4/4) pagi, pukul 07.00 WIB.


Namun melihat kondisi fisik pemain yang baru tiba di hotel pada Jumat (3/4) pukul 21.45 waktu setempat, membuat manajemen khawatir dengan kondisi fisik pemain jika uji coba lapangan tetap memakai waktu semula.


"Bukan cuma soal terlambatnya kami dijemput di Bandara oleh panpel setempat. Di Balikpapan, pesawat yang kami naiki juga delay hampir sejam. Makanya sampai di hotel ini larut malam begini, semoga panpel Persegres bisa ambil kebijakan agar jadwal latihan kami dirubah ke sore saja," kata Manajer PBFC, Dandri Dauri, seusai tiba di Hotel Inna Simpang, tempat PBFC menginap. (TEKA/AHS)