Skuad Pusamania Borneo FC (4/4) pada Sabtu sore berkesempatan menjajal Stadion Tridarma, Gresik. Dalam latihan tersebut, anak asuh Arcan Iurie terlihat dalam kondisi prima. Latihan ini sebagai persiapan terakhir, sebelum bentrok dengan tuan rumah Persegres, Minggu sore (5/4).


Membawa 20 pemain terbaiknya, pelatih asal Moldova tersebut menargetkan anak asuhnya bisa meraih hasil positif. Terlebih, manajemen tim PBFC menargetkan skuad Pesut Etam meraih kemenangan. Laga ini sendiri rencananya bakal disiarkan langsung RCTI (Pukul 15.30 WIB/16.30 WITA).


"Kami datang bukan untuk kalah. Saya rasa semua tim juga begitu. Tapi pada intinya kami tetap harus maksimal dulu di pertandingan, fokus memberikan penampilan terbaik, insyaallah kalau ada jalan dari tuhan, kami akan pulang dengan hasil positif," ujar Arcan Iurie, pelatih kepala PBFC.


Hal yang sama juga diungkapkan Presiden PBFC, H. Nabil Husein Said Amin. "Bicara target, seperti kata saya sebelumnya, saya ingin tim ini menang. Apalagi kondisi tim saat ini dalam situasi bagus, semoga kami bisa meraih kemenangan," pintanya.


Jelang laga, PBFC bukan tanpa gangguan. Tidak optimalnya pelayanan dari panpel setempat yang mengurus kedatangan Okto Maniani dan kawan-kawan sesaat mendarat di Bandara Juanda Surabata, kembali terulang saat tim ingin melakukan ujicoba lapangan Sabtu sore (4/4).


Bis yang menjemput skuad Pesut Etam dari Hotel Inna Simpang Surabaya tersesat mencari jalur menuju arah ke Stadion Petrokimia. "Kamu supir dari mana? Kamu orang sini kan, kenapa tidak tahu jalan, mau sampai jam berapa ini sampai di stadionnya," cerca Dandri Dauri, manager PBFC.


Terkait hal non teknis tersebut, Dandri Dauri tak mau ambil pusing. Menurutnya, sebagai tim pendatang baru di ISL, dirinya menilai PBFC masih perlu banyak belajar. "Pada dasarnya kami ikut apa cara yang diberikan tuan rumah saja, terkait apa yang kami alami, kami jadikan pelajaran saja," pungkas Dandri. (AHS)