Pusamania Borneo FC (PBFC) gagal meraih ambisi merebut poin saat tandang ke markas Persegres Gresik, Minggu (5/4) sore, dalam laga perdana Indonesia Super League (QNB League) 2015. Bermain dihadapan pendukung tuan rumah yang memadati Stadion Petrokimia Gresik, PBFC takluk 2-1.


Dua gol Persegres lahir dari sepakan Yusuf Effendi dan Riko Simanjuntak. Sedangkan PBFC memperkecil kedudukan melalui Erick Weeks Lewis. Seusai laga pelatih kepala PBFC, Arcan Iurie mengucapkan selamat atas kemenangan Persegres. Meski demikian, dirinya berjanji untuk mengevaluasi skuadnya jelang laga melawan Persebaya Surabaya.


"Selamat atas kemenangan Persegres sore ini. Insyaallah dengan hasil ini, ada hal yang bisa menjadi hikmah. Kami akan memperbaiki dan evaluasi apa yang menjadi kekurangan," ungkapnya.


Ditanya soal dua gol tim tuan rumah di babak pertama, Arcan Iurie menilai kejadian itu tak akan terjadi jika anak asuhnya tak membuat kesalahan. "Kalau boleh jujur, tapi saya mohon maaf sebelumnya kepada tim tuan rumah (sambil menyatukan kedua tangan mengarah ke pelatih Persegres), itu gol prosesnya datang bukan dari permainan mereka. Tapi dua gol itu datang karena kesalahan kami," bebernya.


Dalam laga ini, PBFC tampil tanpa legiun asing yang komplit. Seperti diketahui, cederanya Srdjan Lopicic dan belum keluarnya ITC Martin Kovachev memaksa Arcan Iurie putar otak menampilkan skema terbaik. "Dia (Srdjan Lopicic) baru bisa dimainkan di babak kedua karena Lopicic sebenarnya masih cedera hamstring, saat kami datang ke Surabaya dia juga baru bergabung karena harus jalani terapi penyembuhan," urai Arcan Iurie.


Dandri Dauri, manager PBFC, juga angkat bicara perihal kekalahan timnya pada laga perdana ISL ini. Apalagi menurutnya, Pesut Etam tak bisa tampil optimal akibat berbagai persoalan jelang kick-off.


"Perlu diketahui, kami baru dapat kabar ada empat pemain yang keabsahannya tidak keluar sehari sebelum pertandingan. Setelah dilakukan usaha, tiga nama bisa bermain tapi kami harus kehilangan Martin Kovachev. Dan sayangnya, posisi Martin adalah sentral, kondisi ini lantas harus diakui cukup berpengaruh dengan skema yang sudah disiapkan pelatih," kata Dandri.


Disisi lain, Pelatih Persegres, Liestiadi bersyukur timnya bisa mengalahkan PBFC. Dirinya juga mengapresiasi penampilan penjaga gawang PBFC, Galih Sudaryono yang beberapa kali mengagalkan peluang emas anak asuhnya "Saya salut kepada kiper Pusamania (Borneo FC), Galih Sudaryono. Dia mengagalkan dua peluang emas yang kami miliki," pujinya.


"Tentu kemenangan ini sangat kami syukuri. Apalagi materi kami banyak diisi pemain dari Divisi Utama, terlebih lagi lawan yang kami hadapi adalah Pusamania (Borneo FC) yang kita tahu memiliki materi yang bagus, dan sekali lagi kami bersyukur, kerja keras mereka membuahkan hasil," pungkas eks asisten pelatih Arema Indonesia dan Persiba Balikpapan itu. (AHS)