Kabar dibebaskannya pelaku penyuapan pemain Pusamania Borneo FC (PBFC) berinisial JI oleh Polrestabes Surabaya membuat jajaran manajemen Pesut Etam teramat kecewa. Mereka juga menyesalkan sikap PSSI yang seolah-olah pasif pada kasus ini.


Dilansir Beritajatim.com, JI dibebaskan, Kamis (9/4) pagi sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Kabar ini sontak membuat manajer PBFC Dandri Dauri kaget, dia juga menyayangkan sikap PSSI yang acuh.


"Kenapa dia bisa dilepaskan? apa tidak ada satupun pasal yang bisa menjerat dia? Sudah kacau negara ini. Sudah sangat kacau," terangnya dengan nada kecewa.


Menurut Dandri, ketika mendengar ada salah satu akar mafia pengatur skor yang ditangkap, seharusnya PSSI langsung bisa bereaksi. Dirinya juga mempertanyakan sikap lanjutan PSSI dalam akta integritas dengan konsep 3R; Reliase, Reject and Report (Kenali, Tolak dan Laporkan) yang didengungkan federasi sepak bola tertinggi Indonesia itu.


"Paling tidak harus ada back up dari PSSI untuk mengupas kasus ini hingga tuntas. Bukan malah membiarkannya menguap. Nanti kalau ada kejadian seperti ini lagi dan dibiarkan saja, akan terus terjadi kaya gini, hancur sepak bola kita," paparnya. (net/ahs)